Studi: Media Sosial Mendekatkan Mereka yang Berjarak Dekat

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 24 Jul 2018 11:45 WIB
gadgetpsikologi
Studi: Media Sosial Mendekatkan Mereka yang Berjarak Dekat
Pendapat yang menyatakan bahwa media sosial mendekatkan yang jauh ternyata tak selalu benar. (Foto: Bruce Mars/Unsplash.com)

Jakarta: Pendapat yang menyatakan bahwa media sosial mendekatkan yang jauh ternyata tak selalu benar. Sebuah studi menemukan bahwa meskipun orang-orang bisa tetap berkomunikasi dengan orang-orang terkasih yang berjarak jauh, mereka tetap lebih sering berinteraksi dengan orang yang lebih dekat secara nyata. 

Penemuan yang dipublikasi dalam International Journal of Digital Earth tersebut menunjukkan bahwa jarak fisik masih menjadi masalah dalam interaksi manusia. 

Namun, salah satu peneliti dari San Diego State University, Ming-Hsiang Tsou, masih memungkirinya. 

"Konsep jarak tidak dilarutkan, tetapi telah bergeser. Sekarang ini tentang kemungkinan: Apa kemungkinannya, karena jarak, bahwa pengikut Anda akan menjadi teman Anda dalam kehidupan nyata?" pungkasnya.

Jika mereka tidak hidup sangat dekat, sangat tidak mungkin, kata Tsou.


(Penemuan yang dipublikasi dalam International Journal of Digital Earth tersebut menunjukkan bahwa jarak fisik masih menjadi masalah dalam interaksi manusia. Foto: Le Buzz/Unsplash.com)

(Baca juga: Jauhi Gadget Beberapa Menit Mampu Melekatkan Hubungan)

Temuan tersebut didasarkan pada studi selama 16 bulan yang melibatkan lebih dari 51 juta tweet yang dihasilkan oleh lebih dari 1,7 juta pengguna Twitter di seluruh AS.

Para peneliti mempertimbangkan tiga masalah utama: bagaimana orang-orang mengikuti satu sama lain, kesadaran yang mereka miliki, kota-kota pengikut mereka, dan apakah mereka melakukan perjalanan ke kota-kota tempat para pengikutnya berada.

Untuk membandingkan interaksi online versus dunia nyata, tim memelajari asal dan tujuan perjalanan pengguna Twitter yang dapat menghasilkan peta data terperinci untuk memvisualisasikan temuan dengan mudah.

Hasilnya, sekitar 90 persen orang berkicau di satu kota, yang umumnya kota asal mereka.

Sementara, kebanyakan orang yang mereka ikuti atau pengikut mereka berada di kota yang berbeda, bahkan negara yang berbeda juga. Selain itu, kebanyakan orang tidak memberikan perhatian pada orang-orang yang tidak satu kota dengan mereka. 





(TIN)