Mengonsumsi Buah Segar Lebih Baik Dibandingkan dengan Dijus

Anggi Tondi Martaon    •    Selasa, 19 Jun 2018 07:36 WIB
kesehatan
Mengonsumsi Buah Segar Lebih Baik Dibandingkan dengan Dijus
"ada beberapa unsur yang hilang dari buahan itu jika disajikan ke dalam bentuk jus," ujar Dr Joel Zonszeinm, Direktur Pusat diabetes klinis di Montefiore Medical Center di New York City. (Foto: Holly Mindrup/Unsplash.com)

Jakarta: Terkadang kita tidak pernah membandingkan mana yang lebih menyehatkan, mengonsumsi buah langsung atau mengolahnya dalam bentuk jus. Sebab, kebanyakan orang berpikir bahwa kedua hal itu sama-sama menyehatkan.

Namun, bagi yang hobi mengonsumsi buah melalui jus sebaiknya mengubah kebiasaan itu. Sebab, mengonsumsi buah dengan cara dimakan lebih baik bagi kesehatan ketimbang disajikan ke dalam bentuk minuman.

Hal itu disampaikan oleh Dr Joel Zonszeinm, Direktur Pusat diabetes klinis di Montefiore Medical Center di New York City. Menurutnya, ada beberapa unsur yang hilang dari buahan itu jika disajikan ke dalam bentuk jus.

"Seperti mengonsumsi apel. Jika dimakan langsung, kandungan gizi yang ada dalam apel akan terserap dengan baik oleh tubuh. Selain gula, apel juga banyak serat dan membuat lebih kenyang," kata Zonszeinm saat dikutip dari WebMD.


(Bagi yang hobi mengonsumsi buah melalui jus sebaiknya mengubah kebiasaan itu. Sebab, mengonsumsi buah dengan cara dimakan lebih baik bagi kesehatan ketimbang disajikan ke dalam bentuk minuman. Foto: Roberta Sorge/Unsplash.com)

(Baca juga: Penderita Diabetes Disarankan Menghindari Diet Ketogenik)

Sebaliknya, buah apel tidak akan menguntungkan bagi tubuh jika disajikan dalam bentuk jus. Selain tidak mengandung serat, kadar gula dalam seporsi jus meningkat, menjadi setara dengan tiga atau empat buah apel. "Dan itu tentunya akan meningkatkan gula darah," sebut dia.
 
Fakta bahwa minum jus merupakan kebiasaan kurang baik didukung oleh sebuah studi yang dipublikasikan dalam sebuah Journal of the Endocrine Society. Dalam penelitian itu disebutkan, jus masuk ke dalam kategori minuman manis yang tidak baik bagi kesehatan.

Dalam penelitian itu disebutkan, menonsumsi minuman manis berpotensi terhadap menambah berat badan. Tak hanya itu, tubuh juga rentan terhadap diabetes tipe 2 dan sindrom metabolik, sekelompok kondisi yang memiliki risiko penyakit jantung.

"Beberapa studi menemukan bahwa mengonsumsi sedikitnya dua porsi minuman gula-manis seminggu dikaitkan dengan peningkatan risiko sindrom metabolik, diabetes, dan penyakit jantung dan stroke," kata penulis senior studi Faadiel Essop, seorang profesor di Stellenbosch Universitas di Afrika Selatan.





(TIN)