Seorang Wanita Kehilangan Kuku Kakinya Setelah Pedikur Ikan

Anggi Tondi Martaon    •    Jumat, 06 Jul 2018 15:50 WIB
kesehatan kulit
Seorang Wanita Kehilangan Kuku Kakinya Setelah Pedikur Ikan
Seorang wanita berusia 20 tahunan dilaporkan kehilangan semua kuku kakinya setelah menjalani perawatan pedikur ikan. (Foto: Courtesy of iStock)

Jakarta: Seorang wanita berusia 20 tahunan dilaporkan kehilangan semua kuku kakinya setelah menjalani perawatan pedikur ikan. Wanita itu menyebutkan bahwa kukunya berhenti tumbuh setelah menjalani perawatan yang disebut-sebut sebagai cara meremajakan kaki.

Kejadian itu diungkap oleh Sheri Lipner, asisten profesor dermatologi di Universitas Columbia Weill Cornell Medicine saat dikutip dari Foxnews.com.

Dia menyampaikan pada awalnya wanita tersebut mengira mengidap Onikomadesis (suatu jamur kuku yang menyebabkan kuku menebal, rapuh, mudah pecah, atau kasar) suatu kondisi yang diketahui memiliki gejala serupa. 

Namun, setelah ditindaklanjuti oleh dokter kulit disebutkan bahwa ikan berperan terjadinya traumatis matriks kuku. "Sementara mekanisme tindakan tidak sepenuhnya jelas, kemungkinan karena ikan traumatis matriks kuku," kata Lipner.


(Sheri Lipner, asisten profesor dermatologi di Universitas Columbia Weill Cornell Medicine tidak pernah merekomendasikan pedikur ikan, baik itu untuk tujuan medis ataupun estetika. Foto: Billie/Unsplash.com)

(Baca juga: Cara Mudah Pedikur Sendiri di Rumah Selama 7 Menit)

Lipner menyebutkan, ada kemungkinan kulit kaki wanita tersebut akan kembali. Namun, butuh waktu lama agar kondisi kaki kembali normal. "Karena kuku hanya tumbuh rata-rata satu milimeter per bulan," ungkap Lipner.

Lebih jauh, dirinya tidak pernah merekomendasikan pedikur ikan, baik itu untuk tujuan medis ataupun estetika. "Selain Onikomadesis ada juga infeksi serius yang terkait dengan pedikur ikan," ungkap dia.

Oleh karenanya, tak mengherankan pedikur dilarang dibeberapa negara bagian. Alasanya dikarenakan sebagian besar yaitu menimbulkan masalah kesehatan.





(TIN)