Apakah Kecemasan Dapat Membuat Tubuh Anda Sakit?

Raka Lestari    •    Kamis, 28 Jun 2018 17:15 WIB
kesehatanpsikologi
Apakah Kecemasan Dapat Membuat Tubuh Anda Sakit?
Kecemasan kronis bahkan dapat menyebabkan kondisi medis serius. (Foto: Giulia Bertelli/Unsplash.com)

Jakarta: Setiap individu pasti pernah mengalami rasa cemas, dan jika hal itu terjadi secara berlebihan maka bisa menyebabkan gangguan kecemasan yang bisa berdampak pada kesehatan mental Anda. Dan jika kesehatan mental Anda terganggu, maka hal itu akan berpengaruh juga terhadap kesehatan fisik Anda sendiri.

Secara ilmiah, Laura Rubin, Ph.D, seorang psikolog klinis berlisensi di Portsmouth Neuropsychology Center di New Hampshire, mengatakan kepada Elite Daily bahwa kecemasan adalah respons neurobiologis (yang berarti hubungan antara otak dan sistem saraf Anda) yang terjadi ketika tubuh Anda masuk ke dalam mode fight-or-flight. 

Dan, menurut Dr Danielle Forshee, LLC, seorang dokter psikologi dan pekerja sosial klinis berlisensi, ketika Anda merasa terlalu cemas atau stres, wajar bagi tubuh Anda untuk merespons. 


(Setiap individu pasti pernah mengalami rasa cemas, dan jika hal itu terjadi secara berlebihan maka bisa menyebabkan gangguan kecemasan yang bisa berdampak pada kesehatan mental Anda. Dan jika kesehatan mental Anda terganggu, maka hal itu akan berpengaruh juga terhadap kesehatan fisik Anda sendiri. Foto: Drew Hays/Unsplash.com)

(Baca juga: Plus Minus Memiliki Gangguan Kecemasan)

Nyatanya, itu merupakan reaksi kimia yang mencetuskan penyakit fisik, karena stres dan kecemasan yang kronis dapat menyebabkan tubuh Anda melepaskan adrenalin yang memicu kesehatan fisik juga ikut bereaksi.

Menurut Rubin gejala seperti berkeringat, gemetar, pusing, atau detak jantung cepat semuanya umum terjadi. 

Dan kecemasan kronis bahkan dapat menyebabkan kondisi medis serius seperti "penyakit jantung, gangguan pernapasan kronis, dan masalah pada perut," katanya kepada Elite Daily. 

"Terlebih lagi, anak-anak dan orang dewasa muda yang mengalami kecemasan mungkin tidak dapat mengungkapkan apa yang mereka rasakan, sehingga tubuh mereka yang berbicara untuk mereka dalam bentuk sakit kepala dan sakit perut, tambahnya.





(TIN)