5 Masalah Kulit yang Sering Muncul ketika Stres

Raka Lestari    •    Senin, 25 Dec 2017 12:50 WIB
kesehatan kulit
5 Masalah Kulit yang Sering Muncul ketika Stres
(Foto: Find Health)

Jakarta: Stres tidak hanya berdampak buruk pada kesehatan mental, tetapi juga kesehatan kulit. Ada beberapa gangguan kulit yang akan terjadi selama Anda terbebani banyak pikiran, berikut di antaranya seperti dilansir dari Huffington Post.

1. Proses penyembuhan lebih lambat

Sedikit stres bisa menjadi hal yang baik untuk tubuh, bisa membuat mental Anda tetap tajam dan fokus, tetapi stres yang berlebihan dapat berpengaruh pada sistem kekebalan tubuh, membuat Anda lebih rentan terhadap infeksi kulit seperti peradangan di dekat mulut, kata ahli penyakit kulit dari New York Sumayah Jamal, MD, dari Schweiger Dermatology Group.

Terlebih lagi, stres yang berlebihan bisa membuat Anda butuh waktu lebih lama untuk pulih.

"Stres memperlambat proses penyembuhan kulit dengan mengganggu fungsi penghalang, atau lapisan luar pelindung," kata Josie Howard, MD, seorang psikiater dari San Francisco yang mengkhususkan diri pada psiko-dermatologi.

2. Kulit kering, merah, dan bersisik

Sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa tingkat kecemasan yang tinggi dapat menghabiskan cadangan kelembaban alami kulit Anda.  

"Ini bisa menekan produksi asam hialuronat, yang menyebabkan kekeringan dan kusam," kata Jamal.

Stres dan kecemasan juga bisa memperburuk kondisi seperti eksim.

"Jika Anda sudah memiliki kulit sensitif, kehilangan air secara drastis dari waktu ke waktu  dapat membuat kulit Anda lebih rentan mengalami kemerahan dan pecah-pecah," kata dermatolog Washington, D.C. Noëlle S. Sherber, MD.

3. Mempercepat penuaan dini

Selain memengaruhi permukaan kulit, stres juga bisa memberi dampak pada tingkat sel. Itu semua ada hubungannya dengan telomer, "topi" pelindung yang ditemukan di setiap akhir kromosom yang mempertahankan DNA, kata Howard.

Seiring waktu, telomeres ini secara alami memperpendek, yang dapat menyebabkan kerusakan sel dan menimbulkan tanda-tanda penuaan (seperti keriput). Rasa cemas berlebihan bisa mempercepat proses ini.

4. Perubahan bentuk wajah
 
Kortisol, hormon yang dilepaskan sebagai respons terhadap stres adalah musuh alami kolagen, menghancurkan jaringan ikat yang membuat kulit Anda kencang. Selain kerusakan kolagen, kegelisahan berlebih "juga bisa menyebabkan kita menahan ekspresi wajah tertentu, seperti mengertukan alis," kata Jamal. Akhirnya, "ini bisa menyebabkan kerutan permanen di dahi dan di sekitar mata." Dan Sherber menambahkan bahwa, "mengepalkan rahang dapat menyebabkan otot masseter tumbuh lebih kuat, membuat wajah Anda terlihat lebih persegi."

5. Jerawat tidak sembuh-sembuh
 
Kortisol dapat merangsang produksi minyak yang dapat menyumbat pori-pori serta memicu jerawa dengan peradangan yang terlihat seperti benjolan tebal di bagian bawah wajah. Stres sebenarnya bisa membuat jerawat yang ada bertambah parah juga.


 


(DEV)