Apakah Minuman Berkarbonasi Dapat Menyebabkan Kembung?

Raka Lestari    •    Selasa, 26 Dec 2017 11:11 WIB
kesehatan
Apakah Minuman Berkarbonasi Dapat Menyebabkan Kembung?
Minuman berkarbonasi melepaskan gas karbon dioksida, menambah udara di kerongkongan Anda yang menemukan jalan keluar melalui bersendawa. (Foto: Pixabay.com)

Jakarta: Sparkling water atau air murni bersoda merupakan pilihan yang relatif sehat untuk penyegar di sore hari. Tapi bisa minum terlalu banyak sparkling water apakah benar dapat membuat Anda sering kentut? Beberapa orang menyebutkan dengan terlalu banyak minum air berkarbonasi dapat menyebabkan perut kembung dan memiliki gas berlebih. 

Untuk sebagian besar, merupakan mitos bahwa minuman berkarbonasi dapat menyebabkan gas, namun jika Anda meminumnya satu kaleng setiap jam atau Anda mengalami masalah pencernaan mungkin bisa terjadi.

Dilansir dari Menshealth.com, minum minuman berkarbonasi dapat menyebabkan Anda menelan udara. "Udara itu biasanya keluar sebagai kentut atau sendawa," kata Maggie Moon, MS, RDN, dan penulis The MIND Diet.

"Minuman berkarbonasi melepaskan gas karbon dioksida, menambah udara di kerongkongan Anda yang menemukan jalan keluar melalui bersendawa. Sebagian besar kelebihan udara yang menyebabkan bersendawa terjebak di kerongkongan sebelum mencapai perut Anda hingga kemudian dilepaskan melalui bersendawa," katanya. 


(Minuman berkarbonasi melepaskan gas karbon dioksida, menambah udara di kerongkongan Anda yang menemukan jalan keluar melalui bersendawa. Foto: Pixabay.com)

(Baca juga: Soda dan Minuman Manis Menyumbang 184.000 Kematian per Tahun)

"Jika gas terbentuk sebelum sampai ke perut Anda, efek sampingnya kemungkinan besar bersendawa. Udara ekstra yang tertelan hampir tidak pernah menjadi penyebab perut kembung."

Tentu saja, seperti yang Anda pelajari di sekolah dasar, jika udara itu tidak keluar pada satu bagian, pasti akan keluar dari yang lain. Jika Anda menemukan bahwa Anda kentut berlebihan, salah satu penyebabnya mungkin karena minuman berkarbonasi. 

Tapi kemungkinan itu lebih merupakan "hasil bakteri yang berinteraksi dengan asam lambung, asam lemak, atau karbohidrat yang tidak terserap (misalnya serat, gula alkohol)," kata Moon, dan tidak begitu banyak pengaruh karena minuman bersoda. 

"Cobalah minum porsi yang lebih kecil, atau coba minum dengan lebih lambat, makanan-makanan kecil juga dapat mengurangi penumpukan terlalu banyak udara," kata Moon. Dia juga menyarankan agar sebaiknya menutup mulut Anda saat sedang meminum dan jangan menggunakan sedotan karena keduanya dapat menambahkan ekstra udara ke dalam minuman Anda. 










(TIN)