Enam Hal yang Terjadi pada Organ Intim Wanita Saat Haid

Torie Natalova    •    Rabu, 17 Jan 2018 16:39 WIB
kesehatan
Enam Hal yang Terjadi pada Organ Intim Wanita Saat Haid
Bagian vagina akan terasa gatal ketika haid. Ini karena adanya fluktuasi pada mikrobioma vagina atau bakteri sehat yang berada di vagina. (Foto: PIxabay.com)

Jakarta: Haid merupakan siklus bulanan yang dialami setiap wanita. Normalnya, wanita akan mengalami pendarahan dari bagian intim mereka jika tidak hamil atau mengalami masalah kesehatan tertentu.

Ketika haid, wanita seringkali mengalami beberapa keluhan terutama di bagian perut. Selain nyeri atau kram perut, organ intim mereka juga akan mengalami beberapa hal berikut.

1. Terasa lebih gatal
Bagian vagina akan terasa gatal ketika haid. Ini karena adanya fluktuasi pada mikrobioma vagina atau bakteri sehat yang berada di vagina. Perubahan hormon dan adanya darah mengakibatkan sedikit perubahan pada populasi bakteri dan jamur yang menyebabkan rasa gatal.

2. Tingkat pH vagina berubah
PH rendah vagina membantu melindungi Anda dari pertumbuhan jenis bakteri yang menyebabkan bakteri vaginosis yang menyebabkan beberapa masalah pada organ intim termasuk infeksi virus HIV dan HPV. Saat haid, tingkat pH vagina akan meningkat sedikit. Saat inilah jamur akan berpotensi untuk berkembang.

(Baca juga: Ada Gumpalan Darah Saat Menstruasi, Normal atau Tidak?)

3. Serviks sedikit melunak
Inilah cara tubuh Anda memastikan bahwa darah mengalir keluar dari tubuh selama haid. Ini terjadi sebagai respons terhadap pelepasan prostaglandin yang merupakan pembawa pesan kimiawi kecil yang terlibat dalam respons peradangan.


(PH rendah vagina membantu melindungi Anda dari pertumbuhan jenis bakteri yang menyebabkan bakteri vaginosis. Foto: Pixabay.com)

4. Mengalami kontraksi
Sebagai respons terhadap hormon prostaglandin, rahim membuat kontraksi kecil yang memastikan lapisan itu tumpah dan masuk ke dalam lalu keluar melalui serviks dan masuk ke dalam vagina. Ini juga yang bisa jadi alasan Anda mengalami nyeri perut bawah hingga ke punggung, bokong dan paha, karena hubungan saraf yang memasok area panggul.

5. Hasrat ingin buang air lebih besar
Hormon prostaglandin juga dapat menyebabkan perut Anda berkontraksi yang pada akhirnya memicu keinginan untuk buang air besar lebih sering. Penurunan progestreron juga berkontribusi karena tingkat progesteron yang lebih tinggi membuat motilitas usus melambat.

6. Menghasilkan antikoagulan
Darah yang hilang selama haid keluar dari dinding rahim dan akan menggumpal masuk, sehingga tubuh Anda harus membuat antikoagulan atau bahan kimia yang menghancurkan gumpalan, sehingga dapat mengembalikan cairan darah untuk dapat mengalir keluar.

Jika jumlah darah yang keluar melebihi kecepatan di mana tubuh Anda dapat membuat antikoagulan ini, Anda mungkin akan mengalami penggumpalan darah yang bisa keluar melalui serviks yang melunak. Tapi, jika gumpalan yang keluar besar dan banyak, ini pertanda pendarahan yang cukup berat sedang terjadi.










(TIN)