Studi Kesehatan: Kesepian Lebih Berbahaya dari Obesitas

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 31 Oct 2017 13:03 WIB
studi kesehatan
Studi Kesehatan: Kesepian Lebih Berbahaya dari Obesitas
(Foto: Willingness)

Metrotvnews.com, Jakarta: Seorang ahli hubungan menyebutkan bahwa kesepian lebih berbahaya dibandingkan obsesitas. Sebuah tinjauan menemukan, koneksi sosial yang buruk memingkatkan risiko kematian dini hingga 50 persen dibandingkan mereka yang memiliki hubungan sosial yang baik.

Para peneliti di Amerika Serikat melihat pada 218 studi yang mempelajari efek kesehatan akibat kesepian dan isolasi sosial.

Mereka menemukan bahwa isolasi sosial meningkatkan risiko kematian 50 persen lebih besar dibandingkan obesitas dan kematian secara umum sebanyak 30 persen.

"Terkoneksi dengan orang lain secara sosial adalah kebutuhan manusia yang fundamental, krusial untuk kesejahteraan, dan ketahanan," ujar pemimpin studi Dr Julianne Holt-Lunstad, profesor psikologi di Brigham Young University.

"Beberapa contoh ekstrem menunjukkam bahwa pengasuhan yang kurang melakukan kontak dengan manusia gagal berkembang dan sering kali meninggal. Malahan, isolasi sosial atau kurungan digunakan sebagai hukuman."

Perasaan kesepian membuat orang menjadi lebih buruk, secara mental dan fisik. Bahkan, mereka yang sering mengalami hal tersebut cenderung menunjukkan gejala yang lebih parah saat mengalami kesepian dibandingkan mereka yang tidak.

Sebuan survei yang dilakukan oleh Granset, situs jaringan untuk mereka yang berusia di atas 50 tahun, menemukan bahwa tiga peremapt lansia di Inggris kesepian dan tak pernah membicarakan apa yang mereka rasakan pada orang lain.

Situs tersebut juga menyebutkan bahwa 70 persen teman dekat dan kerabat tak mengetahui hal tersebut.
Statistik Nasional terbaru menunjukkan bahwa Inggris adalah negara paling kesepian di Eropa.


 


(DEV)