Penyebab Cegukan dan Cara Menghentikannya

Raka Lestari    •    Senin, 04 Dec 2017 13:19 WIB
kesehatankesehatan paru-paru
Penyebab Cegukan dan Cara Menghentikannya
Untuk mengatasi cegukan biasa banyak hal yang bisa dilakukan, ada beberapa mitos yang berkembang mulai dari minum air super cepat sampai dikagetkan oleh orang lain. (Foto: Gabriel Ecraela/Unsplash.com)

Jakarta: Mengapa Anda mengalami cegukan? Apakah cegukan memiliki manfaat? Menurut Eugene Chio, M.D., asisten profesor otolaringologi/THT di The Ohio State University Wexner Medical Center menerangkan bahwa cegukan terjadi karena kejang pada otot diafragma. Otot diafragma adalah lembaran besar yang memisahkan dada Anda dari rongga perut Anda. 

Saat berkontraksi, otot menekan ke bawah, menyebabkan tekanan negatif di rongga dada Anda. Hal ini memungkinkan udara mengalir ke paru-paru Anda. Saat otot mengendur, sifat elastis paru-paru Anda menyebabkannya meremas udara melalui hidung dan mulut Anda.

Saraf yang mengendalikannya disebut saraf frenik yang mengalir dari otak ke leher Anda, dan di samping hati dan kerongkongan Anda dalam perjalanan ke diafragma Anda.

"Apa pun yang mengganggu saraf dapat menyebabkan kejang yang mengganggu mekanisme kontraksi dan relaksasi normal otot diafragma sehingga terjadi cegukan," ujar Dr. Chio. 

Cegukan sangat normal dan setiap orang kadang-kadang mengalaminya. Tapi terkadang, masalah saraf terus-menerus bisa menciptakan semacam "hiccup loop." 


(Untuk mengatasi cegukan biasa banyak hal yang bisa dilakukan, ada beberapa mitos yang berkembang mulai dari minum air super cepat sampai dikagetkan oleh orang lain. Foto: Pixabay)

Hal tersebut bisa menyebabkan cegukan terus-menerus yang berlangsung selama lebih dari 48 jam atau bahkan cegukan yang sulit diatasi yang berlangsung lebih dari satu bulan. Bahkan ada beberapa kasus yang menyebutkan ada yang mengalami cegukan selama bertahun-tahun.

(Baca juga: Ketahui 4 Penyebab Cegukan)

"Cegukan yang terjadi terus-menerus mungkin juga terkait dengan iritasi atau luka di sepanjang saraf itu sendiri," kata Dr Chio. "Tumor di leher atau dada secara teoritis bisa menjadi penyebab iritasi saraf ini dan kasus cegukan yang sulit diatasi mungkin memerlukan evaluasi dokter lebih lanjut."

Untuk mengatasi cegukan biasa banyak hal yang bisa dilakukan, ada beberapa mitos yang berkembang mulai dari minum air super cepat sampai dikagetkan oleh orang lain. 

Namun ada beberapa solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi cegukan. Misalnya cobalah menarik napas dalam-dalam, lalu tahan selama 10 detik.

Tanpa menghembuskan nafas, hirup sedikit dan tahan lima detik lagi, lalu satu lagi napas pendek, tahan lagi selama lima detik, dan hembuskan napas. Hal ini dapat membantu mengendurkan otot diafragma sehingga dapat "mengatur ulang" dan menghentikan cegukan. 









(TIN)