Penyebab Ketidaksuburan yang Harus Diketahui Wanita dan Pria

Torie Natalova    •    Selasa, 24 Oct 2017 12:23 WIB
kehamilan
Penyebab Ketidaksuburan yang Harus Diketahui Wanita dan Pria
Kesuburan pria juga menentukan peluang kehamilan Anda. Sebaiknya, pasangan Anda melakukan analisis juga. (Foto: Milada Vigerova/Unsplash.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketika Anda menikah kemudian ingin segera hamil namun keinginan tersebut belum terwujud selama beberapa tahun kemudian, Anda mungkin akan berpikir mengenai tingkat kesuburan Anda dan pasangan.

Setiap wanita memiliki kondisi yang berbeda dan unik. Ada banyak alasan mengapa seseorang tidak bisa hamil, termasuk masalah medis atau lingkungan.

Jika Anda berusia 30 tahun dan telah mencoba selama satu tahun atau lebih untuk hamil dan jika Anda berusia 40 tahunan dan belum juga hamil, berikut beberapa penyebab umum program hamil Anda belum berhasil.



1. Endometriosis
Kram saat haid pada perut merupakan gejala paling umum dari endometriosis yang bisa menyebabkan infertilitas atau ketidaksuburan. Selain nyeri parah saat haid, nyeri panggul kronis dan rasa tidak nyaman saat bersenggama, merupakan gejala endometriosis. 

Sekitar 10 persen wanita yang menderita endometriosis dan 50 persen wanita tersebut mengalami kesulitan untuk hamil. 

2. Anovulasi
Kondisi ini sama dengan tidak adanya ovulasi yang juga menghambat peluang Anda untuk hamil. Ada beberapa pemicu anovulasi, termasuk sindrom ovarium polikistik (PCOS), insufisiensi ovarium primer (POI) yang biasanya disebabkan disfungsi tiroid, kondisi hormonal, mutasi genetik, dan olahraga yang berlebihan. Bagi sebagian orang, perawatan kesuburan diperlukan untuk mengobati masalah ini.

3. Tumor jinak
Tumor jinak atau fibroid uterus dapat menyebabkan kemandulan. Fibroid submukosa yang berada dalam rongga rahim dapat menghambat implantasi. Evaluasi rongga uterus dapat dilakukan dengan sonogram garam atau histerosalpingogram. Fibroid dalam rongga dapat diangkat dengan bedah histeroskopi.

(Baca juga: Fakta Mengejutkan Tentang Kehamilan)



4. Kerusakan tuba falopi
Kerusakan tuba falopi dapat diakibatkan oleh berbagai penyebab. Salah satunya adalah penyakit infeksi menular seksual terutama klamidia. Tesh HSG dapat menentukan apakah tabung Anda terbuka atau tertutup. Jika masih bisa diobati, tuba falopi dapat melalui proses bedah. Namun jika parah, kehamilan hanya dapat dilakukan melalui proses bayi tabung.

5. Pasangan Anda
Kesuburan pria juga menentukan peluang kehamilan Anda. Sebaiknya, pasangan Anda melakukan analisis semen untuk melihat apakah sperma miliknya dapat berenang cepat dan mampu belok kembali ke serviks, rahim dan saluran tuba.

6. Asap rokok dan stres
Selain kondisi medis, ada banyak faktor lingkungan yang bisa menurunkan kesempatan Anda untuk hamil. Asap tembakau merupakan musuh nomor satu ketika Anda mencoba untuk hamil. Tak hanya menyebabkan ketidaksuburan, tapi juga komplikasi pada kehamilan.

Selain itu, stres juga merupakan faktor lingkungan lain yang dapat memicu perubahan hormon dan mempengaruhi hampir semua sistem organ. Dalam beberapa kasus, stres akan menyebabkan seorang wanita berhenti obulasi sehingga periode haidnya berubah atau berhenti sama sekali.












(TIN)