Yang Terjadi Saat Gula Berlebih Masuk ke Dalam Tubuh

Torie Natalova    •    Kamis, 12 Oct 2017 12:47 WIB
kesehatan
Yang Terjadi Saat Gula Berlebih Masuk ke Dalam Tubuh
Kelebihan gula sama dengan kelebihan kalori yang berarti Anda akan mengalami kelebihan berat badan dalam bentuk lemak. (Foto: Brenda Godinez/Unsplash.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Gula memang merupakan bahan makanan yang sangat lezat. Padahal, banyak dari kita tahu bahwa kebanyakan asupan gula tidak menyehatkan. 

Dilansir dari tulisan "This Is Exactly What Happens To Your Body When You Eat A Ton Of Sugar" dalam laman Self.com mengatakan, sebuah studi dari UC San Francisco menemukan bahwa meminum minuman bergula, dapat mempercepat penuaan tubuh seperti dampak dari merokok.

Makanan atau minuman yang manis dapat mempengaruhi tubuh Anda jauh lebih rumit dari hanya sekedar menaikkan berat badan. Berikut beberapa pointernya dari tulisan tersebut:



1. Otak merespons gula sama seperti kokain
Mengonsumsi gula menciptakan lonjakan bahan kimia di otak yakni dopamin dan serotonin, seperti saat Anda mengonsumsi kokain. Kemudian, Anda akan menjadi kecanduan gula jika mengonsumsinya terus secara berlebihan.

2. Lonjakan insulin mengatur gula darah Anda
Saat makan glukosa, tubuh Anda melepaskan insulin, hormon dari pankreas Anda. Tugas insulin adalah menyerap kelebihan glukosa dalam darah dan menstabilkan gula darah. Ini berarti, ketika gula darah naik usai mengonsumsi banyak gula, insulin menstabilkan gula darah. Inilah yang membuat Anda merasa seperti kelelahan setelah selesai makan berlebihan.

3. Menambah berat badan Anda
Kelebihan gula sama dengan kelebihan kalori yang berarti Anda akan mengalami kelebihan berat badan dalam bentuk lemak. Makanan manis hampir tidak mengandung serat dan protein sehingga Anda takkan merasa cukup kenyang setelah mengonsumsinya. 

Gula juga dapat memicu obesitas karena dapat menyebabkan resistensi insulin. Kondisi ini membuat sel Anda menjadi kebal terhadap efek normal insulin dan berjuang untuk menyerap glukosa dari darah untuk digunakan menjadi energi. Sedangkan, sel-sel tidak merespons dan menerima glukosa yang berakhir dengan gula berlebih dan beredar di aliran darah Anda.



(Baca juga: 5 Pertanda Gula Darah Tinggi)

4. Hati Anda hanya bisa menyimpan sejumlah glukosa
Jika melebihi jumlah normal, glukosa berubah menjadi asam lemak dan saat itulah Anda mendapatkan timbunan lemak di hati. Inilah yang menyebabkan penyakit hati berlemak yakni kondisi ketika tubuh Anda mengandung lebih banyak lemak daripada yang dapat dimetabolisme, menyebabkan menumpuk di sel hati.

5. Darah yang penuh gula dapat merusak seluruh organ
Semua bagian tubuh mengandalkan pembuluh darah kecil yang mempengaruhi ginjal, otak, mata dan jantung. Jika aliran darah Anda dipenuhi gula, aliran akan tersumbat sehingga dapat menyebabkan penyakit gagal ginjal, tekanan darah tinggi, risiko stroke meningkat jika memiliki darah tinggi.

6. Gula sebabkan kerusakan gigi
Gula itu sendiri tidak merusak tapi memicu rangkaian kejadian yang bisa merusak tubuh. Misalnya, bakteri di mulut yang memberikan makan pada gula yang Anda konsumsi. Jika ini terjadi, hal tersebut akan menciptakan asam yang bisa menghancurkan enamel gigi. Begitu email gigi melemah, Anda lebih rentan terhadap kerusakan gigi.










(TIN)