Anggapan yang Seringkali Salah soal Pingsan

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 31 Aug 2017 17:25 WIB
kesehatan
Anggapan yang Seringkali Salah soal Pingsan
Penyebab otak kekurangan oksigen sendiri adalah karena jantung kurang memompa darah secara maksimal. (Foto: Kareya Saleh/Unsplash.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Banyak orang berpikir bahwa pingsan atau tak sadarkan diri secara mendadak selalu berhubungan dengan otak. Namun tak selalu demikian.

"Pingsan terjadi karena suplai darah ke otak berkurang, jadi bukan soal masalah di otak," ujar dr. Reynold Agustinus Manullang SpJP dari Siloam Heart Institute (SHI) dalam temu media Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ), Kamis (31/8/2017).



Selain itu, umumnya orang pingsan karena berdiri terlalu lama dan kepanasan atau kurang asupan makan sebelumnya, misalnya saat upacara bendera.

(Baca juga: Makanan Terburuk untuk Kesehatan Otak Anda)

Hal itu bisa terjadi karena pembuluh darah semakin melebar (akibat banyaknya keringat yang keluar) sehingga darah turun ke arah kaki dan suplai darah ke otak berkurang.

Penanganan yang bisa dilakukan untuk kondisi tersebut, baik kejang maupun pingsan, adalah memberikan minum pada penderita.



Ia menambahkan, gejala paling umum dari kurangnya asupan oksigen ke dalam otak selain pingsan adalah kejang-kejang. Penyebab otak kekurangan oksigen sendiri adalah karena jantung kurang memompa darah secara maksimal.

"Makanya orang awam tak bisa bisa membedakan seseorang yang kejang-kejang itu karena otak kurang oksigen atau penyakit epilepsi, sama-sama kejang," simpulnya.










(TIN)