Makan Sehat bukan Hanya Sayur dan Buah

   •    Rabu, 19 Jul 2017 18:45 WIB
kesehatan
Makan Sehat bukan Hanya Sayur dan Buah
(Foto: Mirage)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebagian besar masyarakat cenderung keliru dalam memahami pola makan sehat. Banyak yang beranggapan makan sehat itu hanya sayur dan buah. Padahal, bahan makanan sumber karbohidrat, protein, dan lemak juga sangat diperlukan tubuh untuk tetap sehat.

"Coba googling 'makanan sehat' di internet. Pasti (artikel/data) yang keluar buah-sayur, buah-sayur," ujar dokter spesialis gizi klinik Samuel Oetoro pada diskusi yang diselenggarakan suplemen kesehatan Herbilogy, di Jakarta, kemarin.

Pemahaman keliru itu, lanjut Samuel, disebabkan orientasi masyarakat Indonesia dalam mewujudkan hidup sehat umumnya masih terbatas pada kegiatan olahraga dan diet yang kebanyakan tujuan utamanya hanyalah menurunkan berat badan, sementara mereka kurang pengetahuan akan pentingnya gizi seimbang dalam diet sehat yang benar.

Bahkan ada yang disebut diet ketogenik, yakni diet yang sama sekali tidak memperkenankan konsumsi karbohidrat. Padahal, karbohidrat sangat penting, antara lain sebagai sumber glukosa untuk energi otak.

"Kalau kekurangan glukosa, dipastikan otak kita akan 'lemot'," ujar dokter yang berpraktik di MRCCC Siloam Semanggi, Jakarta, itu.

Ia mengingatkan, diet yang sehat ialah yang sesuai dengan pola makan sehat. Itulah pola makan gizi seimbang, mengonsumsi seluruh zat-zat gizi dalam jumlah seimbang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Zat-zat gizi itu meliputi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.

"Yang perlu diperhatikan, pemilihan sumber zat gizinya. Untuk karbohidrat misalnya, perbanyak sumber karbohidrat kompleks seperti ubi rambat dengan kulitnya, beras merah, dan beras hitam. Pun demikian dengan sumber lemak, pilih yang baik seperti dari ikan, avokad, jangan goreng-gorengan," papar Samuel.

Pada kesempatan itu ia juga menekankan pentingnya suplementasi untuk memenuhi kebutuhan zat gizi yang sulit dipenuhi dari asupan sehari-hari. Misalnya karena kesibukan kerja yang membuat pola makan tak teratur, serta keterbatasan variasi jenis makanan yang dikonsumsi.

Pendiri Herbilogy, Debora Gondokusumo, memberi kiat dalam memilih suplemen yang baik. Antara lain, pilih yang bebas zat kimia berbahaya seperti pestisida dan herbisida, bebas pewarna, perasa, dan pemanis buatan, serta bebas bahan pengawet. "Jika bentuknya bubuk, pastikan ketika dilarutkan dalam air tidak meninggalkan ampas. Kalau tidak larut sempurna, berarti suplemen itu bukan hasil ekstraksi yang baik," imbuh perempuan lulusan teknik kimia dari University of Michigan itu. (Media Indonesia/Nik)


(DEV)