Probiotik Membantu Kurangi Tingkat Depresi

Sri Yanti Nainggolan    •    Sabtu, 27 May 2017 14:07 WIB
kesehatan
Probiotik Membantu Kurangi Tingkat Depresi
Probiotik Membantu Kurangi Tingkat Depresi (Foto: shutterstock)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah studi menemukan bahwa asupan rutin probiotik yang dinilai baik untuk sistem pencernaan tubuh, ternyata dapat mengurangi gejala depresi.

Penemuan tersebut menyebutkan  bahwa orang dewasa yang terkena sindrom iritasi usus (IBS) dua kali lipat mengalami penurunan gejala depresi saat menggunakan probiotik khusus dibandingkan dengan penderita IBS yang tak mengonsumsinya.

IBS berpengaruh pada usus besar di mana penderita akan mengalami sakit perut dan perubahan kebiasaan buang air besar seperti diare dan konstipasi. Selain itu, mereka juga cenderung mengalami raca cemas dan depresi kronik.

"Studi ini menunjukkan bahwa konsumsi probiotik spesifik dapat memperbaiki gejala usus dan masalah psikologis penderita IBS. Ini tak hanya pelajaran baru untuk perawatan pasien dengan gangguan usus fungsional, namin juga pasien dengan penyakit kejiwaan primer," tukas Premysl Bercik, Associate Professor di McMaster University di Kanada.

Selanjutnya, penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa lingkungan mikrobiota dalam usus ternyata berhubungan langsung dengan otak yang membuktikan bahwa bakteri dapat memengaruhi perilaku seseorang.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Gastroenterology tersebut melibatkan 44 orang penderita IBS dengan tingkat depresi dan rasa cemas tahap ringan dan sedang. Para partisipan diikuti selama 10 minggu di mana sebagian dari mereka mengkonsumsi dosis harian probiotik Bifidobacterium longum NCC3001 sementara sisanya tidak.

Pada minggu keenam, 64 persen dari pasien yang mengkonsumsi probiotik (14 dari 22 orang) mengalami penurunan nilai depresi, sementara tujuh dari 22 pasien yang tak mengonsumsi probiotik (32 persen) juga mengalami hal yang sama.

Fungsional Magnetic Resonance Imaging (fMRI) menunjukkan bahwa peningkatan nilai depresi berkautan dengan perubahan pada area otak yang mengendalikan suasana hati.

 


(ELG)