Tai Chi Bantu Kurangi Masalah Insomnia pada Penderita Kanker Payudara

Sri Yanti Nainggolan    •    Sabtu, 13 May 2017 21:18 WIB
kanker payudara
Tai Chi Bantu Kurangi Masalah Insomnia pada Penderita Kanker Payudara
Tai Chi Bantu Kurangi Masalah Insomnia pada Penderita Kanker Payudara (Foto: gettyimages)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah penelitian dari UCLA mengungkapkan bahwa tai chi, sebuah jenis meditasi dengan gerakan yang minim, memiliki efektivitas sama dengan terapi perilaku kognitif yang dapat mengurangi masalah insomnia pada penyintas kanker payudara.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Oncology tersebut menunjukkan bahwa tai chi dapat meningkatan kualitas tidur pada pnederita kanker payudara yang mengalami insomnia serta memperbaiki gejala depresi dan kelelahan.

Sebelumnya, American Academy of Sleep Medicine menyarankan terapi perilaku kognitif untuk mengatasi masalah insomnia. Namun, beberapa orang menganggap pengobatan tersebut tergolong mahal karena membutuhkan tenaga profesional yang jumlahnya masih sedikit.

"Karena keterbatasan tersebut, kami membutuhkan intervensi lain yang lebih murah seperti tai chi yang tergolong ratis dan bisa dilakukan di mana saja seperti perpustakaan, pusat komunitas atau di taman," ujar pemimpin studi Dr. Michael Irwin.

Irwin dan tim menemukan bahwa tai chi yang dilakukan dengan cara melemaskan tubuh dan memperlambat pernapasan, dapat membantu mengurangi peradangan pada penderita kanker payudara sehingga menurunkan risiko kekambuhan kanker.

Penelitian tersebut melakukan riset pada 90 penderita kanker payudara berusia 42-83 tahun yang mengalami gangguan tidur tiga kali atau lebih dalam seminggu dan mengalami depresi dan kelelahan di siang hari. Mereka diminta pergi ke sesi terapi perilaku kognitif mingguan atau instruksi tai chi dengan praktik Kebaratan (tai chi chih) mingguan selama tiga bulan.

Para peneliti mengevaluasi peserta dengan interval selama 12 bulan ke depan untuk menentukan apakah mereka memiliki gejala insomnia, gejala kelelahan dan depresi, dan menentukan terdapat perbaikan.

Setelah 15 bulan, hampir setengah dari peserta pada kedua kelompok (46,7 persen pada kelompok tai chi; 43,7 persen pada kelompok terapi perilaku) terus menunjukkan peningkatan signifikan pada gejala insomnia.

"Penyandang kanker payudara tidak hanya datang ke dokter dengan insomnia, namun juga kelelahan dan depresi. Dan intervensi tai chi dapat mempengaruhi semua hasil dengan cara yang sama, dengan manfaat yang sama kuatnya dengan pengobatan standar emas untuk insomnia," tukas Irwin.

Banyak peserta tai chi yang terus berlatih sendiri setelah penelitian selesai. Menurutnya, kebanyakan penderita kanker payudara sering mencari kegiatan yang mempromosikan kesehatan karena mereka menyadari bahwa pendekatan perhatian, atau intervensi gaya hidup berbasis kesehatan, sebenarnya dapat melindungi mereka.

 


(ELG)