Penyakit Gusi Tingkatkan Risiko Infertilitas pada Wanita

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 16 Jun 2017 16:14 WIB
kesehatan gigi dan mulut
Penyakit Gusi Tingkatkan Risiko Infertilitas pada Wanita
Wanita yang memiliki P. gingivalis pada ludah dan konsentrasi antibodi serum atau saliva lebih tinggi untuk melawan bakteri tersebut memiliki kemungkinan tiga kali lipat lebih besar untuk tak hamil. (Foto: Pinterest/Deer Pearl Flowers)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah studi menemukan bahwa bakteri biasa yang berhubungan dengan penyakit gusi dapat menghambat kehamilan pada wanita.

"Studi kami menyarankan agar para wanita muda yang berada pada masa subur sebaiknya memperhatikan kesehatan mulut dan rutin melakukan evaluasi periodontal," ujar salah satu peneliti Susanna Paju dari University of Helsinki, Finlandia.

Panyakit periodental (gusi) adalah reaksi peradangan pada infeksi bakteri pada bagian gusi.



Studi tersebut melibatkan 256 wanita sehat tak hamil berusia 19 - 42 tahun dengan rata-rata usia 29,2 tahun yang tidak menggunakan kontrasepsi agar bisa hamil dari sebuah komunitas di Filandia Selatan. Mereka diminta melaporkan apakah mereka hamil atau tidak dalam kurun waktu 12 bulan selama observasi.

Porphyromonas gingivalis, jenis bakteri yang berhubungan dengan penyakit gusi, paling sering terdeteksi pada ludah para wanita yang tak bisa hamil selama setahun masa percobaan tersebut.

(Baca juga: Cara Sederhana Hilangkan Sisa Makanan yang Menyangkut di Gusi)

Tingkat peludahan dan antibodi serum yang melawan patogen tersebut juga secara signifikan lebih tinggi pada wanita yang tak hamil. 

Data analisis dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa gangguan gusi tersebut tidak dipengaruhi oleh faktor penghambat kehamilan lain seperti usia, kebiasaan merokok, status sosial ekonomi, bakteri vagina, kelahiran sebelumnya, atau penyakit gusi klinis.



Wanita yang memiliki P. gingivalis pada ludah dan konsentrasi antibodi serum atau saliva lebih tinggi untuk melawan bakteri tersebut memiliki kemungkinan tiga kali lipat lebih besar untuk tak hamil. Peningkatan risiko terjadi menjadi empat kali lipat jika pertanda yang muncul lebih dari satu.

"Studi kami tak menjawab alasan apa yang menyebabkan ketidaksuburan namun bagaimana bakteri gusi memilik efek sistemik pada tingkat kecil, bahkan sebelum gejala penyakit ini muncul," simpul Paju.








(TIN)