Kunyit Mampu Membantu Lawan Sel Kanker pada Anak

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 01 Aug 2017 11:44 WIB
kanker
Kunyit Mampu Membantu Lawan Sel Kanker pada Anak
Para peneliti medis di Amerika Serikat telah menemukan manfaat lain dari curcumin-salah satu komponen bioaktif dari kunyit. (Foto: StyleCraze)

Metrotvnews.com, Jakarta: Para peneliti medis di Amerika Serikat telah menemukan manfaat lain dari curcumin-salah satu komponen bioaktif dari kunyit, yang memberi efek positif pada penyakit kanker anak-anak. 

Para peneliti dari Nemours Children’s Hospital and the University of Central Florida (UCF) telah menemukan bahwa partikel nano dalam curcumin dapat dijadikan pengobatan awal untuk menyasar dan menghancurkan sel tumor neuroblastoma. 

Neuroblastoma adalah jenis kanker paling umum pada balita. Penyakit tersebut kebal pada terapi tradisional dengan tingkat bertahan kecil. 



Kanker tersebut berawal dari sel saraf terlebih dahulu dan umumnya akan terbentuk dalam jaringan kelenjar adrenal yang berada dekat ginjal.  

Dampak dari penyakit tersebut adalah pertumbuhan melambat, kehilangan pendengaran, dan kecacatan lain; bahkan setelah pengobatan tradisional dilakukan. 

(Baca juga: Manfaat Kunyit Bagi Kesehatan)

Para peneliti memasukkan curcumin ke dalam nanopartikel cerium oxida dan mengujicoba formulasi nano-curcumin dalam garis sel yang berisiko tinggi membentuk neuroblastoma. 

“Formulasi ini menginduksi kematian sel besar dalam sel neuroblastoma yang sedang berproduksi atau hanya menyebabkan keracunan minor pada sel sehat,” demikian menurut laporan dalam jurnal Nanoscale tersebut. 

Curcumin telah terbukti memiliki kemampuan anti-kanker, namun tingkat kelarutan dan stabilitas yang rendah membuat penggunaan bahan tersebut dibatasi dalam pengaplikasian terapi.

Menurut pernyataan dari UCF, studi tersebut mendemonstrasikan metode awal dari pengobatan tumor yang tak menggunakan racun pada terapi agresif dan menunjukkan bahwa partikel nano dapat menjadi medium yang efektif untuk obat-obatan kanker.
 
“Kami harap kelak partikel nano dapat digunakan untuk merawat pasien dan mengurangi efek lanjutan dari terapi.”



Fakta bahwa curcumin yang diformulasikan sebagai partikel nano, mampu meningkatkan kemampuan biologis dan terapik telah terbukti dalam penelitian yang dilakukan oleh Jawaharlal Nehru University (JNU) pada kasus tuberkulosis (TB).

Terapi TB sendiri saat ini termasuk pemberian antibiotik seperti Isoniazid (INH). Namun, seiring berjalannya waktu, organisme TB mulai kebal pada obat tersebut. 

Prof. Gobardhan Das dan rekan penelitannya mengungkapkan bahwa penelitian terbaru mereka menunjukkan bahwa tikus yang diobati dengan partikel nano curcumin memperlihatkan adanya pembersihan dengan lebih cepat terhadap organisme TB dalam waktu singkat.











(TIN)