Bleisure Travel Bisa Membuat Karyawan Betah Kerja

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 25 Aug 2017 18:09 WIB
psikologi
Bleisure Travel Bisa Membuat Karyawan Betah Kerja
Survei yang dilakukan pada September 2016 dan melibatkan 12.781 responden tersebut bahwa karyawan cenderung menemukan pengalaman berharga secara pribadi dan profesional saat melakukan bleisure travel. (Foto: HolidayMe.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah riset dari Booking.com menyatakan bahwa 30 persen pekerja mengaku tak keberatan memiliki gaji lebih rendah asalkan bisa lebih banyak melakukan bleisure travel (perjalanan bisnis sambil jalan-jalan). 

Survei yang dilakukan pada September 2016 dan melibatkan 12.781 responden tersebut bahwa karyawan cenderung menemukan pengalaman berharga secara pribadi dan profesional saat melakukan bleisure travel dan menjadi lebih bahagia. Itu artinya, perusahaan akan semakin untung karena karyawan yang bahagia akan lebih produktif. 



Selain itu, bleisure juga bisa mempertahankan pekerja millennial lebih lama, mengingat generasi ini sering dianggap tidak tetap dan kurang loyal secara profesional. 

(Baca juga: Travelling Bantu Penderita Depresi agar Tak Terjebak Bunuh Diri)

Berbicara soal kaum millennial, 78 persen generasi ini sengaja memanfaatkan waktu pribadi dalam perjalanan bisnis, demikia menurut rilis yang diterima Metrotvnews.com. 

Kemudian, 60 persen millennial mengatakan bahwa liburan menguntungkan bisnis mereka dengan membantu mereka berpikir secara lebih luas. Pikiran serupa juga dialami oleh 49 persen generasi Baby Boomer. 



Sementara itu, data dari Global Business Travel Association menyebutkan bahwa 48 persen karyawan berusia 18-34 tahun pernah melakukan perjalanan bleisure, sedangkan wisatawan bisnis berusia 35-54 hanya33 persen yang pernah melakukan bleisure, dan usia 55 ke atas sebanyak 23 persen.

Namun, sayangnya, banyak karyawan yang merasa perusahaan mereka tak mempertimbangkan strategi tersebut karena dua hal yaitu tak memiliki cukup waktu (58 persen) dan kebijakan perusahaan yang tak memperbolehkannya (18 persen).










(TIN)