Gigi yang Berjejal Bisa Picu Bau Mulut

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 17 May 2017 14:54 WIB
kesehatan gigi dan mulut
Gigi yang Berjejal Bisa Picu Bau Mulut
(Foto: Remedies for Me)

Metrotvnews.com, Jakarta: Salah satu masalah kesehatan yang kerap dialami saat berpuasa adalah halitosis atau lebih dikenal dengan bau mulut. Ini adalah kondisi dimana muncul bau tak sedap sewaktu udara terhembus dari hidung atau mulut seseorang. Gangguan ini bisa dialami siapa saja, baik wanita maupun pria, tanpa mengenal usia.

"Sebanyak 90 persen halitosis disebabkan oleh hal-hal yang terjadi di dalam mulut. Sementara sisanya karena faktor eksternal seperti gangguan gejala napas atau gangguan sistemik," ujar drg. Felicia Melati, SpKGA dari Bamed Dental Care dalam temu media, Rabu 17 Mei 2017.

Ada beberapa penyebab holitosis dimana paling umum adalah kesehatan mulut yang buruk sehingga bakteri dalam bagian tersebut menumpuk dan dapat menimbulkan bau mulut.

Selain itu, adanya karies gigi atau gigi berlubang juga dapat menyebabkan penumpukan bakteri pada lubang gigi yang terlalu besar. Jika sudah pada tahap yang parah atau infeksi, bisa muncul nanah pada bagian tersebut dan menimbulkan bau mulut.

Ada juga masalah gigi lain seperti karang gigi atau disebut juga kalkulus. Ciri dari karang gigi adalah berwarna putih kekuningan yang disebabkan karena penumpukan sisa makanan hingga mengeras pada gigi.

Susunan gigi yang tak rapi atau berjejal juga dapat memperbesar risiko seseorang terkena halitosis dimana sisa makanan bisa terselip dan lama berada disana karena sulut terjangkau saat dibersihkan (impaksi gigi).

Halitosia sendiri terjadi karena adanya anaerob gram negatif yang berasal dari protein dalam makanan, air ludah, sel epitel, atau bakteri yang sudah mati.

Bakteri tersebut kemudian menumpuk membentuk asam amino yg mengandung sulfur (Volatile Sulfur Compound) dimana senyawa tersebut bau dan mudah menguap sehingga tercium oleh orang sekitar. Bau khas yang biasa tercium adalah bau telur busuk, bawang putih, bahkan bau kotoran.
 


(DEV)