Empat Infeksi Pascamelahirkan yang Paling Sering Terjadi

Torie Natalova    •    Jumat, 12 Oct 2018 07:00 WIB
kesehatan ibuTeater yang Tak Lagi Santer
Empat Infeksi Pascamelahirkan yang Paling Sering Terjadi
Mastitis atau infeksi payudara sering terjadi pada wanita setelah melahirkan dan menyusui. (Foto: Dakota Corbin/Unsplash.com)

Jakarta: Setelah melahirkan, tubuh Anda mungkin lebih rentan terkena infeksi tertentu. Beberapa infeksi setelah melahirkan dapat terjadi pada wanita sejak saat persalinan atau hingga beberapa minggu setelah melahirkan.

Gejala infeksi pascamelahirkan dapat berbeda-beda. Banyak infeksi akan disertai dengan demam, menggigil, atau rasa sakit yang tidak nyaman. 

Adapun beberapa infeksi umum yang sering terjadi pada wanita setelah melahirkan seperti di bawah ini.

1. Endometritis
"Wanita memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi endometrium jika Anda melahirkan secara caesar dan risikonya juga makin tinggi jika Anda pernah melahirkan sebelumnya," tulis artikel "Postpartum infections" dalam Babycenter.

Risiko juga lebih tinggi jika persalinan Anda berlangsung lama, di antara air ketuban pecah dan melahirkan. Gejala infeksi ini seperti nyeri perut bagian bawah, demam ringan atau lokia (cairan dari rahim) yang berbau busuk.

(Baca juga: Lima Perawatan Kulit yang Sebaiknya Dilakukan Pasca Melahirkan)


(Gejala infeksi pascamelahirkan dapat berbeda-beda. Banyak infeksi akan disertai dengan demam, menggigil, atau rasa sakit yang tidak nyaman. Foto: Echo Grid/Unsplash.com)

2. Mastitis
Mastitis atau infeksi payudara sering terjadi pada wanita setelah melahirkan dan menyusui. Ibu yang tidak menyusui tidak mungkin mengalami mastitis, meskipun itu bisa saja terjadi ketika payudaranya membengkak dan air susunya tidak keluar. Gejala mastitis seperti payudara nyeri, keras, hangat, salah satu payudara memerah, demam, menggigil, nyeri otot, kelelahan atau sakit kepala.

3. Insisi yang terinfeksi
Jika Anda melahirkan secara caesar, bagian perut yang dijahit bisa terinfeksi dan biasanya terjadi dalam waktu satu minggu setelah melahirkan. Gejalanya seperti kemerahan, keputihan, pembengkakan, peningkatan kelembutan atau rasa sakit di sekitar sayatan.

4. Infeksi saluran kemih
Anda akan lebih rentan terkena infeksi saluran kemih setelah melahirkan terutama jika Anda menggunakan kateter di kandung kemih atau epidural. Gejala infeksi saluran kemih seperti kesulitan buang air kecil, sakit saat buang air kecil, urine keruh atau berdarah.





(TIN)