Tips Aman Berkendara Mobil untuk Bumil

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 24 Oct 2018 16:49 WIB
kehamilan
Tips Aman Berkendara Mobil untuk Bumil
(Foto: Baby Center)

Jakarta: Saat berbadan dua, tugas perlu dilakukan dengan lebih hati-hati, termasuk dalam berkendara. Selain penggunaan sabuk pengaman, bumil juga perlu melakukan beberapa hal untuk meningkatkan keamaan diri. 

Berikut adalah beberapa tips aman berkendara mobil bagi bumil agar selamat sampai tujuan, seperti dilansir Baby Center. 

1. Pasang sabuk pengaman dengan benar

Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) di Amerika Serikat merekomendasikan pemakaian sabuk pengaman dengan posisi tali di atas tulang selangka (antara leher dan bagian atas lengan) dan bagian pangkuan ditempatkan di bawah perut dan di seluruh paha atas, serendah mungkin di pinggul, bukan di atas perut. Pastikan sabuk pengaman nyaman, dan pastikan tali bahu berada di antara dada. Hindari meletakkannya di belakang lengan atau punggung.

2. Sejauh mungkin dari kemudi

Jika dalam keadaan harus menjadi pengemudi, pindahkan tempat duduk sejauh yang nyaman dan miringkan sedikit dari kemudi. Coba posisikan diri setidaknya 25 cm dari roda kemudi, kira-kira panjang selembar kertas buku. Selain itu, pastikan roda kemudi miring ke arah tulang dada daripada ke arah perut.

3. Hindari condong ke depan

Duduklah di kursi dengan tali sabuk pengaman yang sedikit kendur. Ini akan meminimalkan gerakan maju saat terjadi tabrakan dan membiarkan kantung udara beroperasi dengan benar.

4. Kenakan sabuk selalu 

Meskipun duduk di tengah, tetap gunakan sabuk pengaman. Pilihlah bagian tengah, area paling aman dalam mobil. Jika memiliki sabuk bahu, pastikan Anda mendengar ‘klik’ saat memakainya. 

5. Penggunaan kantong udara

NHTSA mengatakan bahwa kombinasi kantong udara depan dan sabuk pengaman memberikan tingkat perlindungan tertinggi pada wanita hamil, selama digunkana dengan tepat. American College of Obstetricians and Gynecologists pun sependapat, di mana manfaat kantong udara lebih besar daripada risiko bagi wanita hamil dan bayinya.



(DEV)