Tenaga Kesehatan Juga Perlu Perhatikan Kebersihan Tangan

Sri Yanti Nainggolan    •    Sabtu, 15 Oct 2016 11:21 WIB
cuci tangan
Tenaga Kesehatan Juga Perlu Perhatikan Kebersihan Tangan
Tenaga Kesehatan Juga Perlu Perhatikan Kebersihan Tangan (Foto: shutterstock)

Metrotvnews.com, Jakarta: Memperingati Hari Cuci Tangan Sedunia yang jatuh setiap tanggal 15 Oktober, upaya cuci tangan semakin gencar dilakukan. Tak hanya menyasar masyarakat umum, petugas kesehatan di fasilitas kesehatan seperti rumah sakit pun mendapat perhatian.

Tangan sebagai sumber segala penyakit tentunya menjadi salah satu medium penyebaran kuman. Oleh karena itu, kebiasaan cuci tangan perlu dibudayakan. Tak hanya di lingkungan biasa, namun juga lingkungan rumah sakit.

"Pekerja di rumah sakit, tak hanya dokter dan suster, juga perlu diberi edukasi mencuci tangan yang baik dan benar agar mereka memiliki kebiasaan kerja dengan tangan bersih serta bisa mengajari pasien dan keluarga pasien bila diminta," ujar dr. Sri Rachmani, MKes, MHKes selaku Sekretaris Jenderal Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) dalam konfrensi pers Berbagi Sehat di Jakarta.

Ia juga menjelaskan, selain bisa mempraktekkan enam gerakan cuci tangan petugas kesehatan, dalam hal ini dokter, juga seharusnya tak melupakan lima momen cuci tangan saat memeriksa pasien.

Kelima momen tersebut adalah cuci tangan sebelum kontak dengan pasien, sebelum tindakan aseptik, setelah terkena cairan tubuh pasien, setelah kontak dengan pasien, dan setelah kontak dengan linkungan di sekitar pasien.

Sementara itu, Direktur Utama RS. Kanker Dharmais Jakarta Pro. dr. Abdul Kadir, PhD., SpTHT-KL(K), MARS, pun setuju dengan apa yang diungkapakn dr. Rachmani.

"Baiknya tenaga kesehatan dapat memberi contoh tentang kebiasaan baik mencuci tangan dengan sabun saat bekerja dan kehidupan sehari-hari," ungkapnya.

Menurut data Panitia Pengendali Infeksi (PPI) 2015, kegiatan kebersihan tangan (hand hygiene) di Dharmais telah berhasil membantu mengurangi Ventilator Acquired Pneumonia (VAP) sebanyak 79,6 persen di mana salah satu kegiatannya adalah cuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh pasien.


(ELG)