Mengenal Metode Implan Koklea untuk Atasi Gangguan Pendengaran

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 24 Jan 2017 18:09 WIB
kamus kesehatan
Mengenal Metode Implan Koklea untuk Atasi Gangguan Pendengaran
(Foto: Hearlife)

Metrotvnews.com, Jakarta: Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2000, satu dari seribu bayi di Indonesia mengalami gangguan pendengaran.

Bila tidak ditangani, maka akan terjadi gangguan tumbuh kembang pada anak, dimana hal tersebut tentu akan berpengaruh terhadap produktivitasnya, kelak.

Salah satu bagian sistem pendengaran yang  bisaanya mengalami gangguan adalah rumah siput atau koklea yang berfungsi mengirim pesan ke syaraf pendengaran dan otak yang dikirim dari saluran pendengaran.

"Ibaratnya satu set alat karaoke, koklea adalah mikrofon yang menangkap energi suara atau gelombang getaran dan perlengkapan lain seperti amplifier, kabel, dan speaker yang ada di otak," terang dr Harim Priyono, SpTHT-KL (K) selaku Staf Departemen Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) Bedah Kepala Leher RSCM-FKUI dalam media workshop Teknologi Implan Koklea, di Jakarta, Selasa (24/1/2016).

Bila koklea rusak, maka diperlukan pengganti dari organ berukuran delapan  milimeter tersebut.

Caranya, dengan melakukan operasi koklea yang disebut dengan implan koklea.

Implan koklea merupakan tindakan menanam elektroda untuk organ pendengaran yang berisi saraf-saraf pendengaran yang terletak di telinga dalam. Elektroda inilah yang yang menggantikan fungsi koklea sebagai organ pendengaran.

Implan koklea menggunakan dua alat dimana satu ditanam di bagian dalam , berfungsi untuk stimulasi serabut saraf langsung, sementara satu lagi berada di luar dan bisa dilepaskan.

"Tidak ada baterai untuk unit yang di dalam sehingga bisa bertahan seumur hidup, namun bila unit luar dilepas, maka pengguna akan kembali sulit mendengar," terangnya.

Setelah pemasangan implan, lanjut dr Harim, tak ada pantangan khusus. Pemakai implan bebas mengonsumsi makanan apa saja. Namun, untuk gerakan, usahakan tidak melakukan kegiatan yang berisiko menimbulkan benturan.

"Kalau bisa hindari olahraga ektrem yang bisa menyebabkan benturan, seperti beladiri atau berenang," katanya.

Mengingat implan adalah barang elektronik, sengatan listrik yang kuat bisa merusak unit tersebut. Oleh karena itu, hindari segala bentuk sengatan listrik.

Harga implan koklea sendiri terbilang tak murah, dimana harga alat implan bisa berkisar Rp150 juta-Rp400 juta, bergantung kecanggihan alat. Untuk biaya pemasangan, berkisar antara Rp40 juta sampai dengan Rp60 juta.


(DEV)