Sering Makan Telur, Aman atau Berbahaya?

Torie Natalova    •    Sabtu, 08 Oct 2016 17:12 WIB
telur
Sering Makan Telur, Aman atau Berbahaya?
Sering Makan Telur, Aman atau Berbahaya? (Foto: shutterstock)

Metrotvnews.com, Jakarta: Telur menjadi makanan yang murah meriah dan juga bergizi tinggi. Banyak orang yang menyukai telur karena bisa diolah menjadi beragam makanan yang mudah dan cepat.

Namun, Anda harus tahu bahwa terlalu sering memakan telur bisa membawa dampak buruk bagi kesehatan. Menurut Keri Gans, penulis The Small Change Diet, mengonsumsi dua butir telur dalam sehari masih aman bagi kesehatan.

Tapi, perhatikan bahan campuran telur saat membuat makanan. Dua telur sehari memang masih aman dikonsumsi. Tetapi, jika Anda menambahkan lemak jenuh seperti membuat orak arik telur dengan keju, itu bisa menaikkan kadar lemak jenuh dan kalori yang cukup banyak.

Sebaiknya, jika ingin mendapatkan manfaat baik dari telur, cobalah membuat telur dadar dengan menambahkan sayuran. Anda juga bisa menambahkan telur sebagai bahan isian roti gandum isi. Menambahkan beberapa iris keju dan daging dalam telur sama saja dengan Anda menambahkan lemak dan kalori berlebih.

Saat Anda megalami kelebihan kalori dan lemak, Anda akan membuang kuning telur dan hanya mengonsumsi bagian putih telurnya saja. Padahal, kuning telur memiliki beberapa vitamin yang tidak ada dalam putih telur.

Semua vitamin larut lemak ditemukan dalam kuning telur. Jadi, jika Anda membuangnya, Anda memang sudah membuang lemaknya tapi juga sekaligus menghilangkan banyak nilai gizi dalam telur.

Menurut Keri Gans, pada dasarnya hitungan makan telur yang sehat benar-benar tergantung pada diet Anda. Sebutir telur besar mengandung sekitar 80 kalori, 5 gram lemak dan 6 gram protein.

Apabila Anda sudah mendapatkan banyak protein dan lemak dari makanan selain telur, hindari mencampur telur dadar dengan keju.


(ELG)