Kampanye SADARI Belum Terlalu Disadari

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 27 Mar 2018 18:27 WIB
kesehatankanker
Kampanye SADARI Belum Terlalu Disadari
Sebuah survei dari organisasi pasien kanker LOVEPINK menanyai 1.300 wanita di beberapa daerah Indonesia terkait informasi Sadari pada tahun 2017. (Foto: Easton Oliver/Unsplash.com)

Jakarta: Kampanye Periksa Payudara Sendiri (Sadari) sebagai bentuk deteksi dini kanker payudara ternyata belum ditanggapi secara serius olah para wanita Indonesia.

Sebuah survei dari organisasi pasien kanker LOVEPINK menanyai 1.300 wanita di beberapa daerah Indonesia terkait informasi Sadari pada tahun 2017.

Hasilnya, 50 persen partisipan tahu apa itu Sadari, namun hanya 20 persen yang mengerti bahwa kegiatan itu adalah bentuk dari deteksi dini kanker payudara.

"Selain itu, hanya empat persen yang benar-benar melakukan Sadar," tambah Shanti Persada dari LOVEPINK dalam forum diskusi publik di Kementerian Kesehatan, Selasa 27 Maret 2018.


(Kampanye Periksa Payudara Sendiri (Sadari) sebagai bentuk deteksi dini kanker payudara ternyata belum ditanggapi secara serius olah para wanita Indonesia. Foto: Mohammad Metri/Unsplash.com)

(Baca juga: Metro TV Adakan Kegiatan Deteksi Dini Kanker Payudara)

Dari hasil tersebut, ia menyimpulkan bahwa kurangnya informasi dan sosialisasi terkait Sadari di masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

"Kami ingin semua perempuan sadar (akan pentinya deteksi dini)," tegas Santi.

Sebanyak 70 persen penderita kanker payudara baru terdetekai ketika sudah mencapai stadium lanjut. Artinya, ia menambahkan, kampanye deteksi dini tidak berjalan dengan baik.







(TIN)