Air Soda Sebabkan Gangguan Menstruasi Tidak Benar

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 05 Oct 2017 15:57 WIB
kesehatan
Air Soda Sebabkan Gangguan Menstruasi Tidak Benar
Sempat bederar berbagai informasi tentang makanan dan minuman saat haid yang harus dihindari. Ternyata hal tersebut hanya isapan jempol belaka. Berikut informasi dari dokter yang bisa dipercaya. (Foto: Pete Bellis/Unsplash.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ada berbagai banyak mitos menakutkan seputar menstruasi. Salah satunya adalah beberapa jenis makanan dan minuman, seperti minuman soda atau timun, yang perlu dihindari saat siklus bulanan tersebut. 

Seperti pesan berantai melalui aplikasi chatt yang sempat masuk ke dalam handphone tim Metrotvnews.com, yang menyebutkan:

"Sharing Untuk Para Wanita. (bila pria yang terima, tolong diteruskan ke wanita di sekitar anda). 

1. Jangan minum air es, air soda dan air kelapa pada saat haid.

2. Jangan keramas pada saat haid, karena pori kepala sedang terbuka pada saat haid. Bisa menyebabkan sakit kepala (kena angin kepala), sangat berbahaya. Efek ini bisa dirasakan saat muda dan saat tua.

3. Jangan makan mentimun saat haid, karena getah yang ada pada mentimun bisa menyebabkan haid tersisa di dinding rahim.

4. Saat haid, tubuh tidak boleh terbentur, terjatuh dan terpukul oleh benda keras terutama bagian perut, karena bisa menyebabkan muntah darah, dan rahim bisa terluka.

Riset membuktikan, minum es saat haid bisa menyebabkan darah haid tersisa di dinding rahim, setelah 5-10 tahun dapat menyebabkan : "KISTA & KANKER RAHIM"."


(Baca juga: Darah Haid Bisa Jadi Petunjuk Kesehatan Perempuan)

Ternyata, itu hanyalah isapan jempol semata. Berbagai larangan untuk mengonsumsi minuman seperti air soda, air kelapa, atau air es tidak benar adanya. 

"Apa yang kita makan tak ada hubungannya sama sekali dengan menstruasi," tukas dokter kandungan dr. Ni Komang Yeni DS, SpOG saat dihubungi Metrotvnres.com, Kamis (5/10/2017). 



Proses menstruasi
Ia menjelaskan, menstruasi adalah proses peluruhan dinding rahim yang dipengaruhi oleh homonal dimana estrogen menurun secara tiba-tiba. Proses tersebut terjadi secara temporer (sementara) dan rutin, umumnya sebulan sekali. 

"Apa pun yang diminum tak akan berpengaruh, kecuali sedang mengonsumsi obat hormonal dimana bisa menghentikan menstruasi," tambahnya. 

Terkait konsumsi minuman soda yang dapat membahayakan siklus menstruasi dimana darah yang keluar akan lebih banyak, dr. Komang mengungkapkan bahwa belum ada penelitian yang membenarkan pernyataan tersebut. 

"Kalau diminum saat hari pertama hingga ketiga menstruasi, yang umumnya memang banyak keluar darah, memang wajar."

Selain minuman soda, beberapa orang juga percaya makan timun dapat menyebabkan masalah reproduksi keputihan. Hal ini juga dibantah oleh dr. Komang.

"Keputihan itu masalah kebersihan yang tidak dijaga dengan baik, sifatnya eskternal," jelasnya. 

Gangguan tersebut biasanya berasal dari bakteri, virus, jamur, atau parasit dari luar tubuh. 










(TIN)