Studi: Makanan Rendah Kolesterol Mampu Turunkan Risiko Sakit Jantung Hingga 10 Tahun

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 07 Jun 2018 06:00 WIB
jantungstudi kesehatan
Studi: Makanan Rendah Kolesterol Mampu Turunkan Risiko Sakit Jantung Hingga 10 Tahun
Pola makan yang dikenal dengan Portfolio adalah pola makan berbahan dasar tumbuhan. (Foto: Adrienne Leonard/Unsplash.com)

Jakarta: Sebuah penelitian menemukan bahwa beberapa jenis kacang-kacangan dapat menurunkan kolesterol dan mengatur tekanan darah. Beberapa diantaranya adalah kacang chickpea dan apel. 

Pola makan yang dikenal dengan Portfolio tersebut adalah pola makan berbahan dasar tumbuhan yang menekankan pada empat makanan yang terbukti menurunkan kolesterol.

"Uji klinis dan penelitian observasional sebelumnya telah menemukan bukti kuat bahwa pola makan nabati dapat meningkatkan kesehatan jantung," kata salah satu penulis penelitian, Hana Kahleova, Direktur Penelitian Klinis di Komite Dokter untuk Pengobatan Bertanggung Jawab di Washington DC.

"Studi ini menunjukkan bahwa makanan nabati tertentu sangat efektif untuk menurunkan kolesterol dan meningkatkan kesehatan kardiovaskular secara keseluruhan," tambah Kahleova.

Beberapa pola makan yang disarankan adalah 42 gram kacang (kacang pohon atau kacang tanah), 50 gram protein tanaman dari produk kedelai atau makanan berdaging (kacang, kacang polong, buncis, atau lentil), 20 gram serat larut kental dari gandum, jelai, psyllium, terong, okra, apel, jeruk, atau beri dan dua gram sterol dari suplemen atau produk yang diperkaya sterol per hari.


(Sebuah penelitian menemukan bahwa beberapa jenis kacang-kacangan dapat menurunkan kolesterol dan mengatur tekanan darah. Beberapa diantaranya adalah kacang chickpea dan apel. Foto: Kevin McCutcheon/Unsplash.com)

(Baca juga: Cara Ini Bisa Turunkan Berat Badan Tanpa Diet)

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Progress in Cardiovascular Diseases tersebut didasarkan pada meta-analisis baru prosedur statistik yang mengintegrasikan hasil dari beberapa penelitian independen.

Hasilnya menunjukkan bahwa diet yang mencakup protein tumbuhan, serat, kacang dan sterol meningkatkan beberapa penanda untuk risiko penyakit kardiovaskular; termasuk pengurangan tingkat kolesterol dan peningkatan tekanan darah.

Diet yang menurunkan LDL (low-density lipoprotein) tersebut membabat kolesterol jahat sebanyak 17 persen dan mengurangi kolesterol "jahat" sebesar 17 persen, sementara juga mengurangi kolesterol, trigliserida, tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik dan protein C-reaktif.

Pola makan tersebut juga mengurangi risiko terkena penyakit jantung dalam 10 tahun ke depan sebesar 13 persen.




(TIN)