Selain Turunkan Konsentrasi, Kurang Tidur Picu Keinginan Makan Junk Food

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 12 Jun 2018 15:43 WIB
diet
Selain Turunkan Konsentrasi, Kurang Tidur Picu Keinginan Makan Junk Food
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Kurang tidur selalu memberi efek buruk pada tubuh dan pikiran. Selain menjadi sulit konsentrasi, kurang tidur juga memicu kelebihan berat badan atau obesitas. 

Sebuah studi yang dipresentasikan dalam pertemuan tahunan Associated Professional Sleep Societies di Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa kurang tidur dapat berujung pada risiko obesitas. Pemicunya adalah konsumsi junk food saat kelelahan. 

Para peneliti menemukan bahwa dua pertiga orang mencari junk food saat kurang tidur. Sekitar 60 persen partisipan mengaku rutin mengemil di malam hari, dimana ini adalah pemicu obesitas dan meningkatkan diabetes. 

Mereka juga menemukan bahwa kualitas tidur yang buruk adalah penyebab utama keranjingan junk food

"Studi laboratorium ini menunjukkan bahwa kurang tidur dapat memicu konsumsi junk food di malam hari, dimana itu meningkatkan kebiasaan mengemil tak sehat di malam hari, yang berujung pada kenaikan berat badan," jelas peneliti  Dr Michael Grandner, profesor psikiatri di University of Arizona.

Ia melanjutkan, hubungan antara kurang tidur, mengidam junk food, dan ngemil tak sehat di malam hari menunjukkan bahwa tidur cukup penting untuk mengatur metabolisme.

"Studi ini menunjukkan bagaimana pola tidur dan pola makan terhubung dan bekerja sama untuk meningkatkan kesehatan," pungkas peneliti lain Christopher Sanchez. 




(DEV)