Penderita Diabetes Wanita Lebih Berpotensi Terkena Kanker daripada Pria

Anggi Tondi Martaon    •    Jumat, 20 Jul 2018 17:03 WIB
diabetes
Penderita Diabetes Wanita Lebih Berpotensi Terkena Kanker daripada Pria
Ada beberapa faktor yang membuat penderita diabetes berhubungan dengan kanker. (Foto: Becca Tapert/Unsplash.com)

Jakarta: Ada beberapa faktor yang membuat penderita diabetes berhubungan dengan kanker. Salah satunya jenis kelamin. Berdasarkan analisis 100 penelitian dan data, disebutkan potensi mengidap kanker pada penderita diabetes berjenis kelamin wanita lebih tinggi daripada pria.

Dirincikan, potensi penderita diabetes berjenis kelamin wanita mengidap kanker sebesar 27 persen dibandingkan yang tidak. Sedangkan penderita berjenis kelamin pria hanya 19 persen dibandingkan dengan pria tanpa diabetes. 

"Mengingat epidemi diabetes dan kanker, penting bahwa baik wanita dengan atau tanpa diabetes, serta penyedia layanan kesehatan, sadar akan risiko kanker yang meningkat setelah diabetes pada wanita daripada pria mencoba untuk mencegah serangan tersebut terjadi," kata penulis utama Toshiaki Ohkuma, seorang rekan peneliti di divisi ginjal dan metabolik di Institut George untuk Kesehatan Global di Australia saat dikutip dari Livescience. 

"Hal ini seharusnya membuat seseorang mengelola diabetes dan perkembangannya," tukasnya lagi.

Selain itu, peneliti juga menemukan bahwa perbedaan potensi juga terlihat pada jenis kanker. Contoh, penderita diabetes jenis kelamin wanita berpotensi 11 persen lebih mengidap kanker ginjal daripada diabetes pria. 


(Ada beberapa faktor yang membuat penderita diabetes berhubungan dengan kanker. Salah satunya jenis kelamin. Berdasarkan analisis 100 penelitian dan data, disebutkan potensi mengidap kanker pada penderita diabetes berjenis kelamin wanita lebih tinggi daripada pria. Foto: Suhyeon Choi/Unsplash.com)

(Baca juga: 5 Tanda Diabetes yang Jarang Diketahui)

Selanjutnya, penderita diabetes berjenis kelamin wanita 13 persen lebih tinggi terkena kanker mulut, 14 persen lebih tinggi risiko kanker perut dan 15 persen lebih tinggi risiko leukemia. 

Namun, pria penderita diabetes beresiko lebih tinggi mengidap kanker hati daripada wanita.

Peneliti belum bisa menjelaskan secara rinci kenapa hal tersebut bisa terjadi. Hipotesis sementara yaitu kadar glukosa darah yang tinggi dapat merusak DNA yang pada gilirannya dapat menyebabkan kanker. 

"Wanita sering menghabiskan durasi lebih lama daripada pria dalam tahap prediabetic penyakit, di mana kadar glukosa tinggi. Dan perempuan sering dianiaya atau tidak mendapatkan tingkat perlakuan yang sama seperti laki-laki," ungkap Ohkuma. 

Terlebih lagi, dalam laman yang sama disebutkan juga bahwa sebuah studi tahun 2015 menunjukkan perempuan kurang mendapatkan asupan obat untuk menurunkan atau mengontrol kadar glukosa darah dibandingkan pria. "Karena itu, wanita dengan diabetes mungkin berisiko lebih besar terkena kanker daripada pria dengan diabetes," kata Ohkuma.

Oleh karenanya, Ohkuma menyarankan bagi penderita diabetes berjenis kelamin wanita mengontrol gula darah dengan baik. Hal itu bisa dilakukan melalui modifikasi gaya hidup, pengobatan dan aktif berkonsultasi dengan praktisi kesehatan.

"Terlebih lagi, wanita dengan diabetes juga harus berpartisipasi dalam pemeriksaan skrining kanker yang tersedia untuk mendeteksi kanker sebelumnya," tambahnya.





(TIN)