Payudara Besar Berisiko Terkena Kanker, Mitos atau Fakta?

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 15 May 2018 15:48 WIB
kanker payudara
Payudara Besar Berisiko Terkena Kanker, Mitos atau Fakta?
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Kanker payudara dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti pola hidup dan genetik. Dari sekian banyak mitos, wanita dengan ukuran payudara besar dianggap lebih rentan terkena kanker payudara. Benarkah itu?

"Itu adalah mitos. Bukan lebih mudah, tetapi lebih lama dalam pemeriksaan," ujar dr Arif Hamzah dalam Millenials Goes Pink: Mammogram Roadshow di SMA Negeri 75 Jakarta, Selasa, 15 Mei 2018.

Waktu pemeriksaan memang lebih lama dan penekanan harus lebih kuat karena jaringan lemak yang lebih tebal pada payudara berukuran besar. Hal ini membuat benjolan (bila ada), lebih sulit teraba.

Ia menekankan, ada dua hal yang membuat benjolan tak terdeteksi, yaitu kurangnya tenaga dalam menekan dan letak penekanan yang salah.

"Oleh karena itu, kami menyarankan menggunakan mammogram atau USG yang jelas terlihat jika ada benjolan, meski kecil," jelasnya.

Selain mitos tersebut, dr Arif juga mengungkapkan bahwa penggunaan bra berkawat tak bisa begitu aja memicu munculnya kanker payudara.

"Menyebabkan kanker secara langsung, tidak. Namun, memang bra jenis ini tak baik bagi kesehatan karena mengganggu peredaran darah di sekitar payudara," pungkasnya. 

Lihat video:



 


(DEV)