Ini Bahayanya Jika Berenang Setelah Tubuh Ditato

Nia Deviyana    •    Minggu, 04 Jun 2017 12:17 WIB
tips kesehatan
Ini Bahayanya Jika Berenang Setelah Tubuh Ditato
(Foto: Time)

Metotvnews.com, Jakarta: Mungkin tak pernah terpikir oleh kita, bahwa berenang setelah memiliki tato baru dapat mengancam nyawa. Namun, itulah yang pernah terjadi pada seorang pria berusia 31 tahun yang berenang di Teluk Meksiko setelah mendapatkan tato baru di betisnya.

Menurut ahli medis, tato baru dapat mengikat vibrio vulnificus, bakteri yang biasanya bersembunyi pada air laut dan tiram mentah. Hal tersebut mengakibatkan syok septik (infeksi dalam darah) dan selulitis (infeksi bakteri yang sangat agresif pada kulit).

Meski langsung mendapatkan perawatan di Rumah Sakit terdekat dan diberi antibiotik dosis tinggi, pria tersebut akhirnya meninggal beberapa hari kemudian.

Kasus yang kemudian dibahas khusus dalam Jurnal BMJ Case Reports ini memang memiliki keadaan khusus. Setelah diteliti, pria tersebut ternyata memiliki penyakit hati kronis yang membuatnya lebih rentan terhadap V. Vulnificus. Pedoman kesehatan menekankan, orang dengan penyakit tersebut - atau kondisi yang melemahkan tubuh seperti HIV dan diabetes - harus menghindari berenang di laut dan makan tiram mentah jika mereka memiliki luka terbuka.

Banyak dari kita tidak menyadari bahwa tato baru sebenarnya termasuk luka terbuka yang membutuhkan waktu beberapa minggu untuk benar-benar sembuh.

Bahkan pada orang sehat, tinta segar bisa menjadi titik masuk bakteri dan mikroba lainnya ke dalam tubuh yang bisa memicu infeksi serius, hingga kematian.

Dr Michele S Green, dermatolog di Lenox Hill Hospital, Kota New York menjelaskan, saat ditato, tubuh dirajah dengan tusukan-tusukan kecil yang menjadi jalan bagi kuman masuk ke dalam tubuh.

Selain bakteri seperti V. Vulnificus, pemilik tato baru juga bisa terkena infeksi staph yang juga bisa mematikan.  Dan tentu saja, setiap prosedur yang melibatkan jarum menimbulkan risiko lain seperti tertular tetanus, hepatitis B, dan hepatitis C jika jarum tersebut terkontaminasi.

Pemilik tato juga diintai bahaya yang tak berkaitan sama sekali dengan jarum suntik, termasuk reaksi alergi terhadap pewarna yang bisa menimbulkan bengkak dan rasa terbakar.

Green melanjutkan, risiko infeksi bisa dikurangi dengan membalut luka dengan perban selama 24 jam, atau melapisi tato dengan salep antibiotik topikal. Apabila terkena air, jangan menggosok untuk mengeringkannya, melainkan tepuk-tepuk dengan lembut.

Untuk menghindari kejadian seperti di atas, sebaiknya hindari berenang setelah memiliki tato baru.

Terakhir dan perlu diingat, buatlah tato ditempat yang sudah memiliki lisensi untuk menjamin kesterilan jarum dan produk tinta yang digunakan. (Time)


(DEV)