Berat Badan Melonjak Sejak Bekerja? Ini Penyebabnya

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 07 Jun 2017 10:23 WIB
diet
Berat Badan Melonjak Sejak Bekerja? Ini Penyebabnya
(Foto: Medicalnewstoday)

Metrotvnews.com, Jakarta: Banyak orang mengalami penambahan berat badan secara signifikan sejak bekerja. Hal ini, umumnya terjadi karena minimnya aktivitas, terutama untuk pekerja kantoran. Minimnya kesadaran untuk menjaga asupan makanan juga menjadi salah satu faktor penyebab timbangan Anda semakin ke kanan.

Namun, selain dua penyebab di atas, masih ada beberapa faktor lainnya yang dapat memicu bertambahnya berat badan, antara lain:

1.  Tak berada dekat jendela

Kebanyakan kantor yang menggunakan bilik memiliki akses pada matahari yang minim. Sebuah studi yang dipublikasi dalam Environmental Health Perspectives  menyebutkan bahwa hal tersebut dapat meningkatkan berat badan. Sinar matahari pagi membuat waktu untuk merasa lapar berjalan normal, sementara tak mendapatkan sinar matahari cukup dapat meningkatkan nafsu makan dan terjadinya resistensi insulin.

2. Ruangan terlalu dingin

Banyak kantor yang memiliki sistem pendingin sentral sehingga tubuh yang tak kuat menahan dingin akan merespons dengan menyimpan lemak sebagai bentuk isolasi, demikian studi yang dimuat dalam jurnal Current Obesity Reports.

3. Makan siang bersama tim

Saat makan beramai-ramai, Anda cenderung makan banyak (terutama makanan penutup) meskipun sebenarnya Anda tak lapar. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Obesity menemukan bahwa mereka yang membawa bekal makan siang cenderung lebih kurus dibandingkan mereka yang sering makan di luar.

4. Punya rekan kerja yang obesitas

Jika rekan kerja Anda gemuk, maka risiko Anda untuk bertambah berat badan menjadi dua kali lipat, demikian menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh  Sekolah Kedokteran University Of Pennsylvania. Biasanya rekan kerja akan memengaruhi Anda untuk lebih memilih makan junk food dan makanan tak sehat.

5. Makan saat stres

Tekanan dalam pekerjaan membuat tubuh mengeluarkan hormon yang dapat meningkatkan nafsu makan sehingga keinginan untuk makan makanan manis dan berlemak muncul. Hal tersebut dapat membuat metabolisme menurun. Padahal, sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Sports Medicine menyebutkan bahwa ketika stres seharusnya membakar kalori, bukan sebaliknya.


(DEV)