Bahaya Diet 'Sleeping Beauty'

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 07 Jun 2017 13:56 WIB
diet
Bahaya Diet 'Sleeping Beauty'
Ide diet sleeping beuty sendiri mulai muncul dari forum daring para wanita yang setuju dengan anoreksia dimana mereka berbagi pengalaman tentang tidur ekstrem dan berpuasa. (Foto: Pinterest/Byrdie Beauty)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kebanyakan orang mengalami bablas tidur di hari libur dimana mereka melewatkan sarapan karena terbangun di jam makan siang. Ternyata, perilaku tersebut dijadikan salah satu teknik menurunkan berat badan. 

Dinamakan diet 'Sleeping Beauty' atau 'Putri Tidur', ini adalah pola diet dimana seseorang tidur dalam waktu yang lama agar tidak makan. Secara logika, saat seseorang tidur, maka ia tak makan. 

Salah satu faktor pendukung diet tersebut adalah adanya sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa tidur malam yang baik dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan. 



Sayangnya, beberapa orang memaksakan tidur hingga 20 jam sehari dengan bantuan pil tidur, dimana hal tersebut dapat menyebabkan kecanduan hingga overdosis. 

Ide itu sendiri mulai muncul dari forum daring para wanita yang setuju dengan anoreksia dimana mereka berbagi pengalaman tentang tidur ekstrem dan berpuasa. 

"Saya minum obat anti nyeri yang kuat dan itu membiusku hingga bisa tidur siang berjam-jam. Obat tersebut mengacaukan perut namun menahan rasa lapar jadi saya mengonsumsinya terus," tulis seseorang. 

(Baca juga: 5 Rahasia Sukses Menurunkan Berat Badan)

"Saya senang tidur untuk menghindari makanan. Hal ini cukup mudah karena saya kelelahan hampir 99 persen sepanjang waktu," tulis yang lain. 

Namun, menurut ahli, kebiasaan tersebut membahayakan. 

"Jika orang-orang bergantung pada obat-obatan untuk bisa tidur, seperti benzodiazepin, maka mereka bisa kecanduan," tukas Dr. Tracey Wade, professor di Flinders University School of Psychology.

Tak hanya membuat tubuh tertidur melebihi kebutuhan, pecandu juga akan mengalami peningkatan dosis obat-obatan untuk bisa mendapatkan efek tersebut. 

Selain itu, tidur 20 jam juga membuat seseorang tak produktif. 

"Mereka tak bisa melakukan apapun karena terlalu banyak tidur. Kehidupan sosial pun akan semakin terisolasi, dimana hal tersebut akan berpengaruh pada suasana hati, bahkan hingga menyebabkan depresi dan gangguan makan," terangnya. 

Wade yakin bahwa mereka yang menjalankan diet 'Sleeping Beauty' tersebut telah mengalami gangguan seperti depresi dan terkena gangguan makan sehingga pemikiran dimana mereka tak perlu menhadapi kehidupan dan bermalas-malasan menjadi lebih menyenangkan. 








(TIN)