Psikolog: Depresi adalah Silent Killer

   •    Senin, 07 Aug 2017 10:59 WIB
kesehatan mentaldepresi
Psikolog: Depresi adalah Silent Killer
Ilustrasi. (Metrotvnews.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Psikolog Ratih Ibrahim menyebut depresi bisa dialami oleh siapa saja, tak memandang jenis kelamin atau usia. Namun yang perlu dipahami adalah bahwa depresi bisa membunuh secara diam-diam. Sebagai contoh, banyak kasus bunuh diri yang dilatarbelakangi oleh depresi. 

"Tugas kita membuat masyarakat paham apa itu depresi dan bagaimana menyikapinya. Kita bisa membantu siapa saja yang kelihatannya depresi untuk kembali move on kemudian menemukan makna hidupnya lagi. Bukan hanya fight for their life tapi menjadi survivor menjadi orang yang lebih baik," kata Ratih, dalam I'm Possible, Minggu 6 Agustus 2017.

Depresi, kata Ratih, memang tak selalu berujung pada keinginan bunuh diri. Takaran depresi setiap orang berbeda. Mereka yang mengalami depresi ringan biasanya ditandai oleh rasa sedih yang disadari kemudian berusaha mencari pertolongan pada orang-orang terdekat atau melakukan hal-hal yang menggembirakan.

Namun pada tingkat yang lebih berat, penderita depresi umumnya mengalami kesedihan berkepanjangan dan tak mengakui bahwa dirinya tengah dalam masalah. Berupaya tetap kuat, namun semakin berat depresi yang dialami, semakin menarik diri.

"Semakin besar gangguannya, dia mulai kehilangan daya untuk mengenali diri bahwa dia butuh pertolongan. Dukungan teman, keluarga dan lingkungan bisa membantu," katanya.

Kunci memahami seseorang apakah tengah mengalami depresi adalah dengan empati. Empati merupakan sikap menempatkan diri kita sebagai orang lain. Daya empati seperti peka, peduli terhadap apa yang terjadi bisa mencegah orang-orang yang mengalami depresi untuk melakukan bunuh diri.

"Memberikan telinga, hati kita, atau sekadar pelukan sederhana itu hal kecil yang sangat berharga. Dan ketika kita berada di tempat musibah terjadi, jangan divideokan, disebar, itu jahat. Cukup panggil polisi, ambulans atau pemadam kebakaran agar dibantu," jelasnya.




(MEL)