Waspadai Parasit Cacing dalam Ikan Mentah

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 12 May 2017 16:53 WIB
kesehatan pencernaan
Waspadai Parasit Cacing dalam Ikan Mentah
Bagi Anda yang senang dengan makanan mentah, sebaiknya mulai menguranginya. Ini karena bisa menyebabkan gejala gastrointestinal seperti mual, muntah, dan beberapa komplikasi lainnya. (Foto: Pinterest/Instagram.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bagi Anda yang senang dengan makanan mentah, sebaiknya mulai menguranginya. Hal ini karena sebuah penelitian menemukan bahwa makanan tak matang, seperti ikan dalam sushi dapat teridentifikasi dengan parasit seperti cacing yang bisa menempel di usus. Hal tersebut dapat menimbulkan beberapa gangguan pada tubuh seperti muntah dan demam. 

Seorang pria sehat berusia 32 tahun dilarikan ke sebuah rumah sakit di Lisbon, Portugal dengan gejala yang sulit untuk didiagnosa. Setelah ditanyai, ternyata ia baru saja makan sushi, makanan khas Jepang. 

Saat dilihat ke dalam organ tubuh dengan menggunakan kamera, tim dokter menemukan adanya parasit, sebuah larva dari cacing nematode anisakis yang menempel pada usus. 

Parasit tersebutlah yang menyebabkan pria tersebut mengalami sakit epigastrik yang parah, muntah, demam ringan, dan nyeri perut sedang selama satu minggu. 

(Baca juga: Jangan Konsumsi Makanan Ini dalam Kondisi Mentah)

Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa kejadian seperti itu umumnya terjadi di negara dengan popularitas makanan laut tinggi, seperti Jepang. Namun, kini di negara-negara Barat juga mulai marak.

"Karena perubahan kebiasaan makan, maka penyakit semacam ini berkembang di Barat dan biasanya ditemukan pada pasien yang senang mengonsumsi ikan mentah," demikian menurut para dokter. 

Setelah cacing tersebut diambil dengan menggunakan jaring tertentu, gejala penyakit langsung hilang seketika. 

Dokter mengungkapkan bahwa parasit tersebut dapat menyebabkan ganguan kesehatan lain seperti alergi seperti angioedema, urticarial dan anafilaksis.

Sementara, gejala gastrointestinal yang muncul dapat berupa sakit perut, mual, muntah, dan beberapa komplikasi seperti pendarahan pencernaan, obstruksi usus, perforasi, dan peritinitis. 







(TIN)