Dokter Berusia Lanjut Bisa Mengalami Penurunan Keterampilan?

Sri Yanti Nainggolan    •    Senin, 22 May 2017 08:00 WIB
kesehatan
Dokter Berusia Lanjut Bisa Mengalami Penurunan Keterampilan?
Ada penemuan lain yang cukup mengejutkan dimana dokter yang memiliki banyak pasien terlihat tak kehilangan kemampuannya meskipun menua. (Foto: Pinterest/Whyilovenewyorkcity)

Metrotvnews.com, Jakarta: Apakah usia dokter mempengaruhi pengobatan pasien? Kemungkinan iya, meskipun hanya memberi dampak kecil, demikian menurut sebuah penelitian. 

Sebuah penelitian yang dipimpin oleh Dr. Anupam Jena dari Harvard Medical School melihat pada sampel acak dari data Medicare pada 700 ribu tanda masuk rumah sakit pada 2011-2014. Para pasien dilayani oleh tenaga medis yang saat itu tengah bertugas. 



Ketika melihat pada usia, sekitar 19 ribu dokter yang menangani pasien Medicare tersebut, muncul sebuah kesimpulan: semakin tua usia dokter, semakin tinggi angka kematian pasien.

Data tersebut menyebutkan bahwa angka kematian pasien yang ditangani dokter berusia di bahwa 40 tahun adalah 10,8 persen sementara pada dokter yang berusia di atas 40 tahun adalah 11 persen. 

(Baca juga: Meski Rutin ke Dokter, Banyak Anak Muda Enggan Lakukan Tes HIV)

Kemudian, angka kematian pasien yang ditangani dokter berusia 50-59 tahun adalah 11,3 persen dan meningkat menjadi 12 persen pada dokter yang berusia di atas 60 tahun. 

"Ada kemungkinan dimana ketika dokter memiliki tempat tinggal yang semakin jauh, maka mereka mulai menjauh dari perkembangan dan pengobatan terbaru," pungkas Jena. 

Namun, ada penemuan lain yang cukup mengejutkan dimana dokter yang memiliki banyak pasien terlihat tak kehilangan kemampuannya meskipun menua. 

Bahkan, angka kematian pasien juga tidak berubah dibandingkan dengan dokter yang bervariasi umurnya. 

Menurut Jena, memeriksa banyak pasien kemungkinan membuat dokter menjadi semakin ahli dalam mengobati pasien. 

"Kemungkinan dokter dengan banyak pasien tak mengalami penurunan keterampilan atau keahlian. Sementara dokter dengan pasien sedikit, kemungkinan tak memiliki banyak pasien untuk dijadikan langganan atau mereka tak terlalu melek dengan teknologi, tak jelas mana yang lebih dulu," papar Jena. 







(TIN)