Ini Deretan Bahaya yang Mengintai jika Konsumsi Gula Berlebih

Yatin Suleha    •    Jumat, 27 Apr 2018 12:03 WIB
kesehatanobesitasdiabetes
Ini Deretan Bahaya yang Mengintai jika Konsumsi Gula Berlebih
Untuk bisa hidup sehat dan tidak kelebihan gula dr. Tan Shot Yen, pakar kesehatan menyarankan untuk melihat takaran sajian yang disarankan oleh WHO. (Foto: Rakicevic Nenad/Unsplash.com)

Jakarta: Masalah obesitas sudah menjadi masalah yang serius bagi masyarakat Indonesia. Data Riskesdas Kemenkes RI menunjukkan obesitas penduduk Indonesia dewasa di atas 18 tahun meningkat menjadi 20,7 persen. Sedangkan sebelumnya di tahun 2013 angkanya hanya sebesar 15,4 persen.

Prevalensi obesitas pada perempuan juga lebih banyak sebanyak 41,4 persen, sedangkan laki-laki sebesar 24 persen (berdasarkan Riskesdas Kemenkes RI). Salah satu pemicu obesitas adalah konsumsi makanan cepat saji dan minuman-minuman manis lainnya.

Menurut dr. Tan Shot Yen, pakar kesehatan menyebutkan bahwa ternyata orang yang kelebihan gula belum tentu badannya gemuk. "Sebab kenyataannya belakangan ini pasien saya yang muda-muda, umur 25-an itu sudah kena diabetes. Dan badannya langsing dan melakukan diet tapi lalu menderita diabetes," ucap dr. Tan.

Bagaimana gula dikonversikan di dalam tubuh manusia? Dr. Shot mengatakan, "Kalau kita makan yang mengandung gula yang paling disimpan itu hanya sekian persen di dalam otot dan di dalam hati. Selebihnya akan beredar di luar sana. Atau selebihnya akan ditangkap oleh jaringan lemak. Itulah sebabnya gula sangat berhubungan dengan obesitas," tutur dr. Tan.

(Baca juga: Mengapa Obesitas Bisa Sebabkan Kelainan Jantung?)


(Menurut dr. Tan Shot Yen, pakar kesehatan menyebutkan bahwa ternyata orang yang kelebihan gula belum tentu badannya gemuk. "Sebab kenyataannya belakangan ini pasien saya yang muda-muda, umur 25-an itu sudah kena diabetes. Dan badannya langsing dan melakukan diet tapi lalu menderita diabetes," ucap dr. Tan. Foto: Sharon McCutcheon/Unsplash.com)

Lalu seberapa berbahayakah gula berlebih dalam tubuh? Dr. Tan menjelaskan bahwa orang yang kelebihan gula bisa menderita berbagai penyakit seperti misalnya penuaan dini atau keluar rambut putih lebih cepat.

"Karena hal ini gula diikat dengan protein dengan AGEs (Advanced glycation end-product), menstruasi berhenti lebih dini (menopause lebih dini), kulit mulai rusak, kesehatan mata bisa lebih buruk (perubahan penglihatan), pendengaran, gigi yang karies atau rusak, timbul kelainan hormon," tegas dr. Tan.

"Selain itu kelebihan gula juga bisa mengakibatkan seseorang kelainan hormon dari hormon endokrin yang biasa kita pakai untuk metabolisme sampai dengan hormon kesuburan, termasuk penyakit PCOS (Polycystic Ovary Syndrome) yaitu telur yang diproduksi kecil tapi tidak bisa dibuahi. Gangguan kesuburan dan kemudian kanker. Jadi obesitas dan gula tinggi di dalam darah itu berhubungan sekali dengan masalah kanker," tegas dr. Tan.

Untuk bisa hidup sehat dan tidak kelebihan gula dr. Tan menyarankan untuk melihat takaran sajian yang disarankan oleh WHO.

"WHO menyarankan konsumsi gula yang sehat adalah 25 gram dalam sehari untuk hidup sehat dan terhindar dari berbagai penyakit di masa yang akan datang, dan terhindari dari berbagai risiko penyakit yang disebabkan oleh kelebihan gula," tutup dr. Tan.




(TIN)