Iklim Keluarga yang Positif Berdampak dalam Menjalin Hubungan Romansa

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 04 May 2018 08:00 WIB
romansapsikologi
Iklim Keluarga yang Positif Berdampak dalam Menjalin Hubungan Romansa
Para peneliti menemukan bahwa iklim keluarga positif dan pengasuhan yang efektif pada remaja berhubungan dengan kemampuan memecahkan masalah pada hubungan romansa mereka. (Foto: Shamim Nakhai/Unsplash.com)

Jakarta: Lingkungan keluarga sangat berdampak pada kehidupan sosial seseorang, termasuk dalam hal romansa.

Sebuah studi dari Penn State menyimpulkan bahwa remaja yang berada dalam lingkungan keluarga yang positif cenderung memiliki hubungan romansa yang lebih baik dan minim kekerasan. 

Peneliti Menguasai Xia mengungkapkan bahwa hasil penelitian tersebut dapat memberikan pandangan bagaimana hubungan keluarga dapat memberi dampak jangka panjang pada hubungan orang muda. 

"Saat remaja, Anda mulai mencari tahu apa yang Anda inginkan dalam sebuah hubungan dan untuk membentuk kemampuan tersebut Anda harus memiliki hubungan yang sukses," ujarnya, seperti dilansir Thehealthsite.com. 

Hubungan keluarga adalah hubungan intim pertama dalam hidup, di mana seseorang mengaplikasikan apa yang telah dipelajari pada hubungan selanjutnya. 

Xia menyebutkan bahwa kemampuan untuk membentuk hubungan dekat adalah kemampuan penting pada remaja dan dewasa muda untuk dipelajari. 


(Remaja yang memiliki keterkaitan yang lebih positif dengan orang tua akan merasa lebih dicintai dan terkoneksi dalam hubungan romansa mereka. Foto: Joanna Nix/Unsplash.com)

(Baca juga: Ini yang Paling Dicari Para Lajang dalam Hubungan Romantis)

Para peneliti menemukan bahwa iklim keluarga positif dan pengasuhan yang efektif pada remaja berhubungan dengan kemampuan memecahkan masalah pada hubungan romansa saat muda. 

Selain itu, remaja yang memiliki keterkaitan yang lebih positif dengan orang tua akan merasa lebih dicintai dan terkoneksi dalam hubungan romansa mereka. 

"Dalam studi ini, kami melihat anak-anak yang lebih tegas memiliki kemampuan memecahkan masalah yang lebih baik dalam hubungan mereka nanti, di mana ini sangat penting,” kata Xia. 

"Jika Anda tidak dapat menyelesaikan masalah secara konstruktif, Anda dapat beralih ke strategi negatif, yang dapat mencakup kekerasan. Jadi saya pikir penting untuk mempromosikan penyelesaian masalah yang konstruktif sebagai cara untuk menghindari atau mengurangi kemungkinan seseorang menggunakan strategi yang destruktif dalam suatu hubungan."





(TIN)