Pentingnya Menjaga Berat Badan Selama Kehamilan

Pelangi Karismakristi    •    Senin, 02 Jul 2018 15:25 WIB
kehamilan
Pentingnya Menjaga Berat Badan Selama Kehamilan
(Foto: Living)

Jakarta: Kenaikan berat badan  saat hamil adalah satu hal yang wajar. Sebab, Anda harus memenuhi asupan nutrisi bagi janin.

Namun, perlu waspada pula bila berat badan saat hamil sudah berlebihan.

Hal ini bisa mengakibatkan kelahiran prematur, diabetes pada ibu, preeklampsia, sleep apnea dan lain sebagainya. Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, bila Indeks Massa Tubuh (BMI) sudah mencapai 30, artinya Anda sudah kelebihan berat badan.

Ada beberapa cara yang aman menurunkan berat badan ketika hamil, seperti dilansir dari Healthline.com. Pertama yakni dengan mengurangi asupan kalori.

Mengonsumsi banyak kalori dapat memicu kenaikan berat badan. Anda perlu menghilangkan 3.500 kalori untuk menurunkan berat satu pon. Namun sebelum melakukannya, Anda harus mencari tahu berapa banyak kalori yang dikonsumsi. Perlu diketahui pula, ibu hamil memerlukan 1700 kalori perhari untuk memenuhi kebutuhan yang Anda dan janin perlukan.

Selain itu Anda juga bisa makan dengan porsi kecil, mengurangi penyedap rasa, mengganti konsumsi lemak tak sehat (seperti mentega) dengan yang nabati (minyak zaitun), perbanyak konsumsi sayur dan buah,serta menghindari soda juga junk food.

Anda juga disarankan untuk minum vitamin prenatal dan asam folat.

Langkah selanjutnya adalah dengan berolahraga. Olahraga dapat membantu Anda mempertahankan berat badan, mengurangi cacat lahir, bahkan meringankan rasa sakit serta nyeri selama kehamilan.

Anda bisa melakukannya setiap hari selama 30 menit, bila merasa terlalu berat, bisa membaginya dalam beberapa waktu. Beberapa olahraga yang baik dilakukan ibu hamil, antara lain berenang, berjalan, prenatal yoga, joging atau melakukan aktivitas berkebun.

Sebelum melakukan keduanya, ada baiknya bila Anda berkonsultasi dahulu pada dokter. Jangan sampai Anda melakukan sesuatu yang berlebihan dan dapat berisiko pada janin.

Inilah sebabnya kebanyakan dokter tak merekomendasikan penurunan berat badan selama kehamilan, kecuali Anda mengalami kenaikan berat badan secara signifikan.




(DEV)