Pramugari Jadi Profesi Paling Berisiko Terkena Kanker Kulit

Anggi Tondi Martaon    •    Rabu, 27 Jun 2018 14:13 WIB
studi kesehatan
Pramugari Jadi Profesi Paling Berisiko Terkena Kanker Kulit
(Foto: Daily Mail)

Jakarta: Pramugari menjadi salah satu profesi yang diidam-idamkan oleh kaum hawa. Selain gaji yang cukup tinggi, menjadi awak kabin di pesawat juga memberikan kesempatan seseorang pergi ke berbagai wilayah di dunia.

Namun, profesi yang memiliki dampak yang cukup buruk terhadap kesehatan. Menurut sebuah penelitan di Harvard, petugas penerbangan menghadapi risiko kanker payudara dan kulit melanoma dan non-melanoma lebih tinggi.

Peneliti Harvard menemukan, pramugari memiliki potensi hingga 51 persen mengidap kanker payudara lebih tinggi daripada populasi wanita umumnya di Amerika. Sementara itu, potensi mengidap kanker kulit mencapai dua sampai empat kali lebih tinggi.

Tak hanya pramugari, pramugara juga memiliki potensi mengidap kanker kulit lebih tinggi dibandingkan pria lain.

Pemimpin peneliti Eileen McNeely mengatakan, kesimpulan tersebut diperoleh oleh peneliti setelah mengobservasi data dari 5.300 pramugari AS yang yang dimulai semenjak 2007. Peneliti mensurvei kondisi kesehatan pramugari tersebut pada 2014-15, saat mereka berusia rata-rata 52 tahun.

Kemudian, hasil survei dibandingkan dengan sampel kesehatan 2.729 wanita dewasa dengan demografi serupa.

Secara keseluruhan, 3,4 persen pramugari telah didiagnosis menderita kanker payudara dibandingkan dengan 2,3 persen dari wanita AS lainnya. Sementara itu, sebanyak 2,2 persen pramugari telah didiagnosis dengan melanoma, dibandingkan dengan hanya di bawah 1 persen dari wanita lain.

Perbedaan terbesar terlihat pada tingkat kanker kulit non-melanoma. Lebih dari 7 persen pramugari wanita telah didiagnosis dengan kanker tersebut jika dibandingkan dengan hanya di bawah 2 persen dari wanita lain.

McNeely menyebutkan, ada banyak kemungkinan yang menyebabkan pramugari memiliki risiko lebih tinggi mengidap kedua penyakit berbahaya tersebut. Diantaranya, awak pesawat memiliki eksposur radiasi yang berasal dari luar angkasa.

"Ada banyak spekulasi tentang paparan radiasi kosmik," ungkap instruktur kesehatan lingkungan di Harvard School of Public Health itu.

Dugaan tersebut diperkuat dengan pernyataan dari Institut Nasional Keselamatan dan Kesehatan Kerja AS (National Institute for Occupational Safety and Health/NIOSH). Kantor federal yang bertanggungjawab memberikan rekomendasi keselamatan kerja itu menyebutkan, aircrew memiliki rata-rata tingkat radiasi paling tinggi di Amerika.

"Namun tidak ada yang tahu pasti apakah radiasi kosmik yang harus disalahkan atas risiko kanker yang lebih tinggi pada pramugari," sebut McNeely.

McNeely menyebutkan, kru pesawat juga dapat bersentuhan dengan sejumlah bahan kimia, perubahan zona waktu yang konstan dan jadwal tidur yang tidak teratur.

"Yang berarti banyak gangguan pada ritme sirkadian tubuh, atau jam internal," kata dia.

Meski tidak ditemukan sebab-akibat yang jelas, McNeely menyebutkan tim peneliti menemukan beberapa bukti bahwa semakin lama pramugari berada di tempat kerja, semakin tinggi risiko kanker mereka.

"Di antara wanita, risiko kanker kulit non-melanoma meningkat seiring dengan masa kerja," ujar dia.

Sementara itu, Dr Paolo Boffetta, seorang profesor onkologi dan obat-obatan lingkungan di Sekolah Kedokteran Icahn Gunung Sinai, di New York City, mengatakan bahwa kemungkinan tersebut bisa juga disebabkan dengan pekerjaan pramugari.

"Sebagai contoh, mereka mungkin memiliki lebih banyak sinar UV (matahari) karena kesempatan mereka untuk bepergian," kata Boffetta, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Selain itu, menunda memiliki anak memiliki hubungan dengan risiko kanker payudara.

McNeely menyebutkan, Uni Eropa telah mengambil langkah strategis untuk melindungi pramugari. Diantaranya, mengharuskan awak pesawat dimonitor untuk paparan radiasi mereka

Sementara itu, Boffetta mengimbau agar mereka mendapatkan pemeriksaan kanker secara rutin. Sehingga dapat diambil langkah pencegahan yang tepat untuk meminimalisir berbagai kemungkinan. (Web MD)



 


(DEV)