Stres Berkepanjangan Bisa Menyebabkan Kanker Rongga Mulut

Dhaifurrakhman Abas    •    Kamis, 13 Dec 2018 15:20 WIB
kesehatan
Stres Berkepanjangan Bisa Menyebabkan Kanker Rongga Mulut
Ilustrasi stres bisa menyebabkan kanker rongga mulut (Foto: Tim Gouw/Unsplash.com)

Jakarta: Gejala stres terlihat sepele. Namun jika dibiarkan bisa berakibat buruk bagi tubuh yang mengalaminya. 

Salah satu berbahayanya stres yakni bisa menyebabkan kanker pada rongga mulut. Hal ini diungkapkan Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia, Hananto Seno.

Kala itu, Hananto memeriksa sebanyak 58 pasien yang mengeluhkan kelainan pada bagian rongga mulutnya. Setelah diperiksa lebih lanjut, para pasien ternyata menderita penyakit kanker rongga mulut.

"Pasien tersebut mengalami kanker mulut karena stres berkepanjangan," kata Hananto, dalam diskusi "Cegah Kematian Akibat Kanker Rongga Mulut dengan Deteksi Dini Lesi Pra Kanker" di Gondangdia, Jakarta, Kamis 13 Desember 2018.

Seno bilang, stres merupakan reaksi biologis terhadap gangguan fisik, emosi, maupun mental yang dapat memengaruhi daya tahan tubuh terhadap penyakit. Daya tahan tubuh yang menurun mengganggu komponen-komponen mulut yang memproduksi air liur (saliva). 


Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia, Hananto Seno. (Foto: Dhaifurrakhman Abas/Medcom.id)

Mulut tanpa produksi saliva bisa menyebabkan kekeringan rongga mulut. Hal ini berdampak pada pertumbuhan jamur dan bakteri serta virus yang menggerogoti rongga mulut. Selain itu, stres juga diprediksi memengaruhi perubahan genetika sel-sel tubuh.

"Ini meningkatkan risiko terjadinya pucat dan infeksi pada dinding mulut dan gusi. Pucat dan infeksi ini yang menjadi penyebab kanker di rongga mulut," ujarnya.

Hananto menyebutkan bahwa penderita mesti cepat-cepat mencari solusi untuk menurunkan stres. Hal paling mudah mengurangi stres adalah dengan berolahraga dan mengonsumsi makanan yang tinggi vitamin.

"Olahraga sedikitnya 30 menit sehari, serta makan dan minum buah-buahan yang tinggi vitamin A, C dan vitamin B. Ini bisa meningkatkan daya tahan tubuh," pungkasnya.

Beda Stres dan Depresi



(FIR)