Mengenal DBT, Terapi yang Dilakukan Selena Gomez untuk Atasi Serangan Panik

   •    Rabu, 17 Oct 2018 11:37 WIB
selena gomez
Mengenal DBT, Terapi yang Dilakukan Selena Gomez untuk Atasi Serangan Panik
(Foto: Vogue)

Jakarta: Selena Gomez akan menjalani Dialectical Behavior Therapy (DBT) untuk memulihkan kesehatan fisik dan mentalnya. Belum lama, pelantun Wolves ini dua kali masuk rumah sakit akibat penurunan sel darah putih. 

Seperti diketahui, Selena menderita lupus, dan ketidakstabilan sel darahnya kemungkinan merupakan efek samping dari transplantasi ginjal yang dilakukannya tahun lalu.

Seorang sumber mengatakan kepada People, bahwa mantan kekasih Justin Bieber itu juga sering mengalami serangan panik, sehingga terapi kognitif diharapkan bisa membantu meningkatkan kesehatan mentalnya. 

"Dia mengalami beberapa minggu yang sulit, dan serangan panik di rumah sakit menjadi titik kritisnya," kata sumber itu.

Apa itu DBT?

DBT adalah jenis terapi kognitif yang mengajarkan pasien untuk bisa mengendalikan pikirannya. 

"Jadi bukan pikiran yang mengendalikan Anda," kata Adam Carmel, PhD, asisten profesor psikologi klinis di University of Washington seperti dilansir Health.

Terapi ini diklaim efektif yang mana pasien belajar teknik khusus untuk mengatasi situasi yang menyakitkan atau stres. 

"Anda bisa membuat perbedaan besar dalam kehidupan seseorang hanya dalam setahun. Umumnya setelah melalui program ini, mereka memiliki keterampilan untuk mengatasi masalah secara efektif, dan menjalin komunikasi yang lebih baik dalam hubungan," paparnya.

Istilah dialectical mengacu pada kekuatan yang berlawanan. Dalam terapi DBT, kekuatan dibentuk dengan cara menerima dan perubahan. 

"Kadang, menerima menjadi satu-satunya cara untuk melalui masa-masa sulit."

Pasien juga diajarkan untuk lebih menyayangi diri sendiri, seperti berani meminta bantuan dan berani mengatakan "tidak" untuk hal yang mereka tidak sukai. 

Salah satu teknik yang diajarkan dalam DBT juga mencakup menenangkan diri dengan musik yang lembut, makanan favorit, atau berendam di bak berisi air hangat. 

Awalnya, DBT dikembangkan untuk mengobati orang-orang yang rentan bunuh diri. Namun, kini DBT banyak diterapkan pada penyalahguna narkoba, pasien gangguan stres pasca-trauma, penderita gangguan makan, dan masalah kesehatan mental lainnya. 

Lihat video





(DEV)