Mengenal Penyakit Leukemia Granulostik Kronik

Sri Yanti Nainggolan    •    Senin, 26 Sep 2016 14:42 WIB
kamus kesehatan
Mengenal Penyakit Leukemia Granulostik Kronik
(Foto: Emphower)

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyakit kanker darah atau leukemia dibagi menjadi dua jenis, yakni leukemia akut dan leukemia granulostik kronik (LGK).

Dr Hilman Tadjoedin Sp.PD KHOM, ahli hematologi RS Dharmais menjelaskan, tak seperti leukemia akut yang banyak menyerang anak-anak, LGK menyerang orang dewasa.

(Baca: Leukemia, Kanker Terbanyak Diderita Anak-anak)


Ada tiga fase perkembangan LGK, yakni fase kronik, fase akselerasi, dan fase krisis blast.

Pada fase kronik, ada gangguan pada sel darah putih, serta gangguan lain seperti penurunan trombosit dan hemoglobin. Namun, pada fase ini, pasien belum merasakan tanda-tanda sakit.

Pada fase akselerasi, yang merupakan fase peralihan, mulai muncul gejala umum seperti demam, flu, atau perut begah. Sama seperti fase awal, ciri ini pun masih sering dianggap penyakit biasa.

Pada fase krisis blast, gejala yang muncul semakin nyata dimana pasiena akan sering mengalami infeksi, demam yang terus bermunculan, dan berbagai penyakit lain karena sel-sel (kanker) yangmatang telah terganggu, dan sel-sel muda bermunculan.

Lebih lanjut, LGK terjadi jika seseorang memiliki kromosom abnormal, atau disebut sebagai kromosom philadelphia. Kromosom tersebut menghasilkan protein yang juga abnormal. Protein yang dihasilkan ini memicu sumsum tulang menciptakan sel-sel darah putih yang abnormal.

Belum diketahui secara pasti faktor risiko yang bisa menyebabkan LGK. Namun, sebah penelitian memaparkan kemungkinan karena paparan zat tertentu seperti yang terkandung dalam cat, atau efek obat kemoterapi saat terkena kanker lainnya.

(Baca: Mengenal Leukemia dan Ciri-cirinya)


Rata-rata, penyakit ini ditemukan pada usia di atas 50 tahun. Namun di Indonesia, kasus yang ditemukan menunjukkan usia yang lebih muda.

Penderita LGK harus minum obat seumur hidup untuk mencapai kondisi mendekati sembuh. Namun, ada pilihan lain, yakni transplantasi atau cangkok sumsum tulang.

Penyakit ini dapat menimbulkan kematian jika terus berkembang menimbulkan komplikasi.


Lihat Video: Semangat Penyintas Kanker




(DEV)