Kondisi Kesehatan Pengaruhi Kecepatan Detak Jantung

Sri Yanti Nainggolan    •    Minggu, 21 Aug 2016 08:14 WIB
kesehatan jantung
Kondisi Kesehatan Pengaruhi Kecepatan Detak Jantung
(Foto:Healthination.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kecepatan detak jantung ternyata dapat menjadi parameter kesehatan Anda. Normalnya, dalam keadaan santai, jantung berdetak 60-80 kali dalam satu menit.

Untuk beberapa kasus, detak jantung bisa jauh di bawah atau di atas angka tersebut.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang kecepatan detak jantung tak wajar yang berkaitan dengan penyakit.

1. Penderita diabetes cenderung memiliki detak jantung yang berbeda karena tidak terlalu aktif seperti kebanyakan orang normal.

2. Kurang olahraga atau obesitas dapat meningkatkan detak jantung. Hal ini karena kelebihan lemak dalam tubuh membuat jantung bekerja lebih keras untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Sebaliknya, sering berolahraga membuat detak jantung lebih bisa beristirahat, namun sehat.

3. Dehidrasi membuat detak jantung meningkatk karena kekurangan beberapa mineral seperi magnesium, kalsium, dan kalium.

4. Stres membuat tekanan darah meningkat dan membuat jantung berdetak lebih cepat. Oleh karena itu, stres kronik tak baik bagi kesehatan jangka panjang.

5. Tiroid ternyata memberi dampak pada kedepatan detak jantung. Coba konsultasikan pada dokter bila Anda merasa ada yang tak beres pada bagian tersebut.

6. Jika jantung berdetak sangat lambat, bisa jadi ada masalah dengan sistem listrik dalam tubuh.

7. Konsumsi obat-obatan dapat memengaruhi detak jantung Anda. Kafein, minuman dan makanan tertentu seperti teh, coklat dan minuman berenergi juga bisa menaikkan kecepatan detak jantung. (Boldsky)

 


(DEV)