MC4R, Gen Penyuka Makanan Berlemak

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 07 Oct 2016 15:38 WIB
studi kesehatan
MC4R, Gen Penyuka Makanan Berlemak
Sebuah studi dari Cambridge University menemukan bahwa 1 dari 100 orang memiliki gen MC4R, gen yang menyukai makanan berlemak dan menghindari gula. (Foto: News)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah studi dari Cambridge University menemukan bahwa satu dari 100 orang memiliki gen MC4R, gen yang menyukai makanan berlemak dan menghindari gula. Orang-orang tersebut juga cenderung untuk gemuk, demikian menurut penelitian. 

Kebanyakan orang akan menyukai makanan berlemak dan tinggi gula, namun mereka yang memiliki varian gen MC4R akan lebih tertarik pada makanan berlemak. 

Penelitian tersebut menguji coba orang normal, orang obesitas, dan orang yang obesitas karena memiliki varian gen tersebut. 

(Baca juga: Nasi Pulen Mengandung Kadar Gula Tinggi)

Mereka diberi pilihan makanan ayam Kurma, masakan ayam asal Turki, dengan rasa dan tampilan yang sama namun kandungan lemak berbeda, yaitu 20 persen (rendah), 40 persen (menengah), dan 60 persen (tinggi).

Para peneliti menemukan bahwa orang yang memiliki gen MC4R, mengkonsumsi dua kali lipat porsi makanan dengan kandungan lemak yang tinggi, dibandingkan dengan mereka yang normal (95 persen lebih banyak), dan 65 persen lebih banyak dari orang obesitas. 

Selanjutnya, mereka diberikan Eton, makanan penutup yang manis dengan tambahan buah stroberi, krim manis, dan meringue (makanan manis yang terbuat dari putih telur dan gula). 

Sekali lagi, ada tiga pilihan dari yang bebas dipilih, dengan kadar gula berbeda: 8 persen (rendah), 26 persen (menengah), dan 54 persen (tinggi) kalori, tetapi dengan kandungan lemak tetap.

Orang normal dan obesitas mengatakan bahwa mereka paling suka dengan Eton berkandungan gula tinggi, namun tidak dengan kelompok gen MC4R. Kelompok MC4R tersebut mengkonsumsi tiga makanan tersebut lebih sedikit dibandingkan kedua kelompok lainnya. 

Penulis dalam studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications tersebut mengungkapkan, bahwa penelitian tersebut dapat membantu memahami seputar obesitas. 







(TIN)