Trauma Masa Kecil Pengaruhi Kebahagiaan Saat Dewasa

Sri Yanti Nainggolan    •    Minggu, 09 Oct 2016 14:22 WIB
psikologi
Trauma Masa Kecil Pengaruhi Kebahagiaan Saat Dewasa
(Foto: focusforwardcc)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah studi mengungkapkan, pengalaman buruk masa kecil dapat mempercepat protein telomere terbakar sehingga sel tubuh mengalami prematur.

Telomere adalah protein yang berada di ujung kromosom yang berfungsi memberikan kesenangan, dimana semakin tua umur seseorang, maka telomere akan memendek. Panjang telomere bergantung pada beberapa hal, seperti racun lingkungan, tekanan yang dialami, olahraga, hingga jenis meditasi yang dilakukan.

Studi ini merupakan kolaborasi dari para peneliti Amerika Serikat (AS) dan Kanada. Mereka meneliti sampel dari 26 ribu orang berusia di atas 50 tahun, yang berpartisipasi dalam Studi Kesehatan dan Pensiunan (HRS) AS yang dimulai sejak 1992.

Mereka diseleksi berdasarkan usia, jenis kelamin, spektrum kesehatan secara keseluruhan, pendidikan, berat badan, dan riwayat merokok. Air liur juga diambil untuk melihat bagaimana panjang telomere dengan alat polymerase chain reaction (PCR).

Kemudian, para partisipan ditanyai mengenai tekanan hidup yang mereka pernah alami atau tidak, baik saat masa kecil atau sudah dewasa.
Pengalaman dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu finansial dan sosial. Trauma finansial meliputi kehilangan pekerjaan di masa dewasa atau kehilangan rumah di masa kecil.

Sementara, contoh dari trauma sosial adalah kematian anak atau pasangan, terlibat pertengkaran saat dewasa, memiliki orangtua yang kecanduan narkoba dan terlibat masalah hukum, atau pelecehan oleh orang tua pada masa kecil.

Hasilnya cukup mengejutkan. Ternyata masalah finansial, baik saat kecil atau dewasa, tidak menunjukkan adanya pengaruh pada panjang telomere.

Sementara, trauma sosial yang terjadi pada masa dewasa ternyata memendekkan telomere lebih cepat sebesar 8 persen.

Namun, ketika dihubungkan dengan variabel lain seperti genetika, pendidikan, dan riwayat merokok, efek tersebut menghilang.

Berbeda dengan mereka yang mengalami trauma sosial saat kecil, yang menunjukkan pemendekan telomere di masa dewasa sebesar 11 persen, dan tidak terjadi pada berbagai jenis variabel.

Ketika para peneliti berasumsi bahwa para partisipan pada kelompok ini melebih-lebihkan pengalaman yang dialami di masa kecil, ternyata kebanyakan penelitian menunjukkan bahwa orang akan cnederung melakukannya pada pengalaman yang menyenangkan, bukan sebaliknya.

"Kemungkinan pemendekan telomere terjadi karena stres masa kecil, meskipun mereka tidak menyebutkannya," ujar para peneliti.

Mekanisme perubahan protein akibat pengalaman buruk sendiri belum jelas. Namun, para peneliti menduga hal tersebut melibatkan epigenom, sistem kontrol tertinggi genom yang mengatur gen manan yang keluar atau tidak. Epigenom selalu berubah, tak seperti gen yangtetap hidup.

"Tekanan hidup kemungkinan tertanam di epigenom dan mengubah ekspresi gen secara permanen," menurut mereka.

Menjadi semakin tua tentu tak mudah. Kekejaman yang dialami pada masa awal kehidupan dapat memberi dampak hingga dewasa. Oleh karena itu, sebagai orang tua, sebaiknya membesarkan anak-anak mereka dengan penuh kelembutan, hati-hati, dan baik.


(DEV)