Masalah Berat Badan Berpotensi Sebabkan Depresi pada Wanita

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 14 Nov 2017 11:08 WIB
studi kesehatan
Masalah Berat Badan Berpotensi Sebabkan Depresi pada Wanita
(Foto: Shentherapies)

Jakarta: Sebuah studi menemukan bahwa wanita yang mengalami masalah berat badan, seperti terlalu kurus atau obesitas, cenderung berisiko mengalami gangguan suasana hati.

Gangguan mental seperti depresi atau cemas merupakan dampak dari perasaan steroid neuroaktif baik yang rendah.

Neurosteroid 'Allopregnanolone' atau dikenal dengan 'allo' adalah metabolit dari hormon progesteron yang merupakan salah satu hormon wanita. Allo bekerja dengan cara memproduksi suasana hati positif dan perasaan tenang.

Penemuan tersebut tersebut menunjukkan bahwa wanita dengan anorexia nervosa memiliki kadar darah allo 50 persen lebih rendah dibandingkan wanita dengan indeks massa tubuh (BMI) normal.

Sementara, wanita obesitas memiliki kadar allo 60 persen lebih rendah dibandingkan dengan wanita berberat badan normal.

Penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa kadar allo yang lebih rendah cenderung mengalami gejala depresi yang lebih parah.

"Depresi adalah masalah umum, terutama pada wanita, dan semakin ekstrem bila menyangkut berat badan," ujar Karen Miller, profesor di Harvard Medical School.

"Kami mulai melihat banyak bukti yang menunjukkan bahwa kadar allo yang rendah berkaitan dengan depresi, cemas, gangguan stres pasca trauma, dan gangguan suasana hati lainnya," tambah Graziano Pinna, asisten profesor di University of Illinois, Chicago.

Selain itu, kadar progesteron juga terlihat rendah pada kedua kelompk tersebut, menunjukkan bahwa penurunan allo juga memicu terjadinya gangguan fungsi pada enzim.

Enzim yang mengubah progesteron menjadi allo tak bekerja dengan baik, sehingga menurunkan kadar allo dan muncullah gangguan suasana hati.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Neuropsychopharmacology tersebut merekrut wanita dengan anorexia nervosa dan amenorrhea (masa menstruasi telah berhenti) yang memiliki BMI kurang dari 18,5; wanita dengan BMI normal yaitu antara 19-24; dan wanita obesitas dengan BMI 25 atau lebih.

"Obat-obatan yang meningkatkan efisensi enzim tersebut mungkin dapat membantu meningkatkan kadar allo," pungkas Pinna.

Miller berharap pemahaman yang lebih baik terkait mekanisme kontribusi pada gangguan tersebut, termasuk ketidaknormalan dalam pengaturan hormon dan metabolisme neuroaktif, dapat memberikan terapi baru di masa depan.




(DEV)