Makanan Terbaik untuk Kesehatan Usus Anda

Torie Natalova    •    Jumat, 04 Nov 2016 11:13 WIB
diet
Makanan Terbaik untuk Kesehatan Usus Anda
Makan cokelat dengan andungan setidaknya 70 persen kakao dan makan secara teratur untuk membangun tingkat polifenol kakao yang dapat membantu mengatur hormon stres Anda. (Foto: I.ndtvimg)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sistem kekebalan tubuh diperkuat oleh sistem pencernaan yang baik. Usus Anda seperti hutan yang dipenuhi oleh berbagai ragam kehidupan yang jika dijaga kesehatannya, dapat membantu sistem alami tubuh berkembang baik.

Masalahnya adalah, makanan tidak sesederhana dulu. Masakan modern bahkan obat-obatan seperti antibiotik dapat mempengaruhi saluran pencernaan Anda. 

Terlalu banyak obat-obatan dan makan terlalu banyak gula serta makanan olahan dapat menekan pertahanan gastrointernal.

Karenanya, sangat penting untuk membawa keseimbangan dan stabilitas kembali ke usus Anda untuk mendapatkan kesehatan yang optimal, menghindari diare, dan penyakit lain.

Makanan kaya probiotik memang benar-benar dapat membantu menjaga kesehatan usus. Untuk menjaga kesehatan usus lebih baik, delapan makanan ini akan membantu Anda.



1. Kefir
Kefir semacam yogurt yang lebih encer dan mudah diminum. Seperti yogurt, kefir merupakan produk susu fermentasi yang mengandung oligosaccharides, karbohidrat kompleks yang memberi makanan untuk bakteri baik serta menjaga mikroorganisme kecil untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Tips: Usahakan untuk tetap menjaga suhu kefir selalu dingin, karena kandungan baik di dalamnya bisa rusak jika terkena panas. Selain itu, pastikan konsumsi kefir tanpa gula karena terlalu banyak gula bisa merusak kesehatan bakteri baik dalam usus.



2. Greek yogurt
Seperti kefir, Greek yogurt juga disajikan sebagai probiotik berbasis susu, Greek yogurt mengandung 15-20 gr protein setiap 6 ons per satu kali penyajian dan asam amino yang akan meningkatkan metabolisme Anda.



3. Kimchi
Makanan asal Korea ini merupakan fermentasi dari kubis yang memiliki rasa pedas. Kimchi dapat bertindak sebagai tonik untuk saluran pencernaan Anda. 

Sebuah studi dari Seoul National University 2005 menemukan, kimchi sangat bermanfaat untuk sistem kekebalan tubuh yang membantu mempercepat penyembuhan flu.

(Baca juga: Amankah Makan Alpukat Saat Diet?)



4. Artichokes
Artichokes berbentuk seperti bunga yang mengandung probiotik. Artichokes mengandung nutrisi undigestible yang membantu memberi makan pertumbuhan bakteri baik dalam sistem pencernaan Anda. Jika Anda tak suka artichoke, cobalah untuk konsumsi makanan lain sejenisnya seperti pisang, kacang dan asparagus.



5. Kombucha
Teh fermentasi ini berfungsi sebagai pengganti minuman berkabonasi atau soda. Kombucha dipenuhi dengan bakteri menguntungkan yang melapisi saluran pencernaan Anda. Proses fermentasi teh ini juga menciptakan vitamin B yang sehat dan dapat mengaktifkan energi tubuh.



6. Sup miso
Kedelai yang difermentasi seperti miso, mengandung banyak bakteri baik dan isoflavon yang dapat melindungi terhadap sel kanker dan mungkin juga dapat menghentikan produksi sel-sel lemak. 

Anda bisa memilih konsumsi sup organik miso untuk menghindari rekayasa atau zat aditif berbahaya pada rekayasa genetika kedelai.



7. Dark chocolate
Peneliti Lousiana State University menemukan bahwa bakteri tertentu dalam perut untuk melahap cokelat dan melakukan fermentasi menjadi senyawa anti peradangan yang baik bagi jantung. 

Mikroba baik seperti Bifidobacterium dan bakteri asam laktat diserap oleh tubuh sehingga mengurangi peradangan jaringan kardiovaskular, mengurangi risiko jangka panjang dari stroke.

Tips: makan cokelat dengan kandungan setidaknya 70 persen kakao dan makan secara teratur untuk membangun tingkat polifenol kakao yang dapat membantu mengatur hormon stres Anda. Untuk membantu menurunkan berat badan, cobalah makan cokelat dengan lebih banyak kandungan cocoa dibanding gula.

Selain makanan di atas, cara lain untuk melindungi usus Anda yakni menghindari produk yang mengandung kagarenan (carrageenan), bahan yang terbukti dapat memicu peradangan di saluran pencernaan. 
Selain itu, hindari makanan yang digoreng dan hindari menggunakan obat penghilang rasa sakit berlebihan, kecuali jika sangat dibutuhkan.







(TIN)