Gejala Sama, Begini Cara Bedakan Keracunan Makanan dan Gastroenteritis

Torie Natalova    •    Senin, 13 Mar 2017 11:01 WIB
Gejala Sama, Begini Cara Bedakan Keracunan Makanan dan Gastroenteritis
(Foto: Youtube)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sakit perut, diare atau mual merupakan gejala umum keracunan makanan. Tetapi faktanya gejala tersebut juga bisa terjadi apabila Anda terserang virus perut (gastroenteritis). Lantas, bagaimana kita membedakannya?

Sangat penting untuk bisa membedakan penyebab sakit perut agar pengobatan tepat sasaran dan penyembuhan menjadi maksimal.

Menurut Ketan Shah, gastroenterologist di Saddleback Memorial Medical Center Laguna Hills, California, virus perut dan keracunan makanan sama-sama dapat disebabkan oleh paparan bakteri atau virus.

Keracunan makanan terjadi ketika Anda menelan patogen makanan. Sedangkan gastroenteritis terjadi sebagai akibat dari terpapar orang yang terinfeksi, cairan tubuh, pakaian, serta makanan.

"Patogen paling umum dari keracunan makanan adalah norovirus, Salmonella, Campylobacter, Clostridium perfringens, E.coli dan Staphylococcus aureus. Sedangkan patogen paling umum dari gastroenteritis adalah virus norovirus, Salmonella dan Campylobacter," kata Ketan Shah.

Gejala

Gejala kedua penyakit memiliki banyak kesamaan daripada perbedaannya. Keracunan makanan dan gastroenteritis memiliki kesamaan umum seperti kram perut, demam, nyeri otot atau sendi, sakit kepala dan muntah.

Karena keduanya akibat paparan patogen, gejala dari keracunan makanan umumnya berkembang beberapa jam setelah paparan makanan yang terkontaminasi. Sedangkan gejala dari gastroenteritis biasanya berkembang 24-48 jam setelah paparan virus.

Perhatikan gejala yang Anda alami. Apabila terjadi lebih dari beberapa hari, kemungkinan itu bukan keracunan makanan. Bakteri, parasit atau virus gastroenteritis dapat bertahan rata-rata satu minggu.

Pengobatan

Tetap terhidrasi dan menjaga elektrolit Anda dalam batas normal adalah pengobatan yang dianjurkan untuk kedua penyakit ini. Hindari gula atau minuman yang dikemas dengan gula tinggi karena dapat mengganggu kesehatan perut dan memperburuk diare Anda.

Apabila Anda tidak berhasil mengatasi rasa sakit setelah mencoba pengobatan tersebut, temui dokter. Terlebih apabila Anda mengalami tanda-tanda dehidrasi seperti pusing, kepala yang terasa ringan, penurunan frekuensi buang air kecil, tinja berdarah, sakit perut parah dan penurunan berat badan drastis.
(DEV)