pekan asi sedunia 2018

Perbedaan ASI dengan Susu Formula

Raka Lestari    •    Senin, 06 Aug 2018 14:48 WIB
pekan asi sedunia 2018
Perbedaan ASI dengan Susu Formula
"ASI merupakan sumber nutrisi utama bagi bayi, termasuk antibodi alami yang dapat melindungi bayi dari infeksi atau gangguan kesehatan lainnya," ujar DR. dr. Naomi Esthernita Dewanto, Sp. A (K). (Foto: Dakota Corbin/Unsplash.com)

Jakarta: Memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan bayi memiliki banyak manfaat yang tidak diragukan lagi. Diantaranya adalah bermanfaat bagi pertumbuhan bayi, mencegah malnutrisi, mendukung perkembangan otak, serta menurunkan risiko kelebihan berat badan atau obesitas pada anak di kemudian hari. 

"ASI merupakan sumber nutrisi utama bagi bayi, termasuk antibodi alami yang dapat melindungi bayi dari infeksi atau gangguan kesehatan lainnya," ujar DR. dr. Naomi Esthernita Dewanto, Sp. A (K), Koorinator Klinik Laktasi Siloam Hospitals Kebon Jeruk, pada acara Monday Health Talk, di RS Siloam Kebon Jeruk, Senin 6 Agustus 2018. 

(Baca juga: Cara Mudah Melancarkan Produksi ASI)

"Kami selalu menyarankan semua ibu memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama sejak bayi dilahirkan, tanpa diberi tambahan makanan dan minuman apapun tetapi dengan pemantauan pertumbuhan yang benar," tambah DR. Naomi.

Dokter Naomi juga menambahkan, meskipun setelah 6 bulan bayi sudah bisa diberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) sebaiknya pemberikan ASI tetap diteruskan hingga bayi berusia 2 tahun. Selain itu, ASI memiliki kandungan nutrisi yang tidak bisa digantikan oleh apapun bahkan dengan susu formula sekalipun. 

"ASI diciptakan khusus untuk manusia, dan susu sapi diciptakan untuk anak sapi. Susu sapi, cocok dikonsumsi anak sapi karena sistem pencernaannya sesuai dengan susu yang dihasilkan sapi sehingga mengandung zat-zat yang mudah dicerna anak sapi. Begitu juga dengan ASI pada manusia," ujar DR. Naomi. 

"Pada susu sapi mengandung lebih banyak kasein sehingga sulit dicerna oleh bayi dan menyebabkan saluran pencernaan bayi bekerja dengan sangat keras," kata Naomi. 

"Dalam ASI juga mengandung lipase sehingga mudah dicerna dan kandungan vitamin yang lebih banyak. Memang, meskipun kandungan zat besi dalam ASI lebih sedikit, namun lebih mudah diserap dibandingkan susu sapi," tutup DR. Naomi. 





(TIN)